Rekomendasi

Harlah Ke-74 Ditengah Pendemi, Pemkab Sukoharjo Tiadakan Kirab Petikan

Selasa, 14 Juli 2020 : 17.47
Published by Hariankota
SUKOHARJO -   Tak seperti tahun - tahun sebelumnya, peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke 74 kali ini akan diselenggarakan ditengah pandemi Covid-19.  Banyak pembatalan sejumlah agenda, diantaranya tak ada prosesi Kirab Petikan untuk menghindari kerumunan massa penonton.

Dalam rilis yang diterima hariankota.com, kegiatan peringatan Harlah tahun ini dipastikan akan berlangsung sangat sederhana tanpa melibatkan massa yang banyak. Hal ini dilakukan untuk mencegah bertambahnya kasus positif terinveksi virus yang hingga kini masih terus bertambah setiap harinya.

"Untuk kegiatan, ada beberapa rangkaian yang ditiadakan karena adanya pandemi Covid-19 ini," kata Kepala Bagian Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Ary Harianto, Selasa (14/7/2020).

Kegiatan yang ditiadakan diantaranya, kategori kegiatan gerakan kebersihan, keindahan dan artistik Sukoharjo. Seperti lomba K3 (Kebersihan, Keteduhan dan Keindahan), kemudian lomba kreasi barang bekas dan lomba bank sampah juga dihapus dari rencana yang sebelumnya sudah dijadwalkan.

"Namun untuk kegiatan Jum'at bersih, Minggu bersih, perbaikan atau pengecatan taman dan turus jalan, gapura, monumen, pemasangan bendera, umbul-umbul, lampu jalan masih diselenggarakan," terangnya.

Sementara untuk kegiatan pejabat seperti, anjang sana ke mantan pejabat Kabupaten Sukoharjo, ziarah dan tabur bunga ditiadakan. Begitu pula dengan kegiatan tirakatan hari lahir Kabupaten Sukoharjo yang biasanya dilakukan malam hari menjelang Kirab Petikan juga tak diselenggarakan.

Tak hanya itu, kegiatan lain yang ditiadakan yakni resepsi perayaan hari lahir ke 74 Kabupaten Sukoharjo, aneka lomba olah raga, donor darah dan gelar potensi daerah.

Satu kegiatan seni budaya ada kemungkinan akan dipertimbangakan untuk digelar, yakni pegelaran wayang kulit. Namun sebelum diputuskan terlebih dulu akan di koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyesuaikan situasi dan kondisi.

"Untuk Sidang Paripurna Istimewa DPRD tetap dilaksanakan. Acaranya penyampaian pidato Bupati Sukoharjo dalam rangka peringatan hari lahir ke 74. Undangan tidak seperti biasanya, hanya terbatas. Baju juga menggunakan baju dinas biasa, tidak menggunakan busana adat Jawa seperti biasanya," imbuhnya.

Dari seluruh rangkaian ini, diakui Ary,  memang biasanya yang banyak menyedot antusias masyarakat adalah Kirab Petikan PP Nomor 16/SD/2020 tertanggal 15 Juli 1946 sebagai hari lahirnya Kabupaten Sukoharjo. Karena dalam kegiatan itu juga ada kirab seni dan budaya melibatkan potensi masyarakat yang ada di Sukoharjo.

"Namun mengingat saat ini Sukoharjo masih KLB Covid-19, maka terpaksa  ditiadakan," pungkas Ary.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :