Rekomendasi

Hore! Sembilan Bangunan UIN Malang Punya Nama Baru

Jumat, 17 Juli 2020 : 14.27
Published by Hariankota
KOTA MALANG - UIN Maliki Malang kembali memberikan nama sejumlah gedung perkuliahan mereka yang ada di kompleks kampus 1 utama dan yang berada di Jalan Sunan Muria II, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Rangkaian acara peresmian pemberian nama langsung dipimpin oleh Rektor UIN Malang Prof. Abdul Haris dan sejumlah pimpinan rektorat UIN Malang pada Jumat pagi (17/7/2020).

Rektor UIN Malang Prof. Abdul Haris mengungkapkan bila sembilan bangunan yang baru diberikan nama sengaja diambil dari nama - nama pimpinan UIN Maliki Malang. Nama pimpinan tersebut baik saat UIN Malang masih berstatuskan bagian dari fakultas IAIN Sunan Ampel Surabaya hingga ketika telah berubah menjadi UIN.

"Kami putuskan pemberian nama gedung-gedung dengan nama pimpinan yang lalu mulai Prof. Koesnoe, Prof. Oesman Mansoer, hingga KH.Mudjia Rahardjo. Total ada sembilan gedung dengan sembilan nama," ujar Abdul Haris.

Satu gedung yakni gedung Prof. Moh. Koesnoe berada terpisah dari Kampus 1 tepatnya di kawasan Jalan Sunan Muria II, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang dulunya merupakan Gedung Ruang Kuliah Bersama (RKB) Fakultas Syariah.

Sementara satu bangunan non-gedung yang juga diberi nama yakni tower ikonik yang berada di dekat pintu gerbang belakang UIN Malang. Tower ini nantinya akan dinamakan rektor UIN periode 2009 - 2013 Prof. Imam Suprayogo.

"Ini sengaja kita namakan nama - nama pemimpin pendahulu kita sebagai sejarah bagi generasi berikutnya agar tahu persis perjuangan para rektor, mewujudkan sampai menjadi UIN Malang," terangnya.

Sementara penamaan masing - masing bangunan sebelumnya telah didiskusikan dengan masing - masing eks pimpinan UIN Malang dan keluarganya.

"Kalau yang tower ini yang memilih sendiri Prof Imam, yang lainnya Pak Muji kita utus teman untuk diskusi, kira-kira yang tepat dimana, Prof Muji itu kan ahli bahasa, jadi digunakan untuk nama gedung yang digunakan pengembangan bahasa, dan lain-lain," pungkasnya.

Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Jumali


Share this Article :