Rekomendasi

Iedul Adha Ditengah Covid, Lazismu Karanganyar Salurkan Bantuan 95 Juta Pada Sobat Ambyar & Duafa

Jumat, 31 Juli 2020 : 19.38
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Untuk kali pertama di Jawa Tengah, Lembaga Amal Zakat Infak & Sodakoh Lazismu milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah PDM Kabupaten Karanganyar dipercaya salurkan bantuan dari Almarhum Didi Kempot dan Kompas bantuan untuk korban Covid 19.

Bantuan itu berasal dari konser amal dari rumah saat terjadi Covid 19 Didi Kempot bekerjasama dengan Kompas TV dan Kompas Grup beberapa waktu lalu sebelum maestro Dangdut Jawa itu meninggal dunia.

Ketua PDM Karanganyar Samsuri mengatakan kali ini bantuan senilai Rp95 juta utuh disalurkan dalam bentuk paket sembako dan bantuan uang tunai.

Untuk sembako sasarannya adalah tukang ojek online, janda miskin, pemulung, penjaga makam,sopir angkot, tukang becak, Supeltas, guru honorer serta petugas kebersihan yang mana semua profesi itu identik dengan fans berat Didi Kempot.

Sementara untuk santunan uang tunai diberikan pada guru WB sebanyak 39 orang dan guru TPA sebanyak 57 orang serta 4 orang marbot masjid. " Jumlah santunan tunai per orang Rp500 ribu sudah terdistribusi tepat sasaran mulus tanoa ada potongan apapun" tandasnya.

Menurut Samsuri dari total nilai bantuan Rp95 juta dibagi rata agar tersebar di 17 kecamatan yang ada di Karanganyar. Sedangkan penyaluran memakan waktu tiga hari dibantu juga oleh tim Lazismu serta kader Muhammadiyah di ranting-ranting sebab pengiriman lewat jasa pengiriman.

Samsuri berharap untuk santunan tunai bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan yang menyasar. Sementara terhadap bantuan tersebut Samsur menyebut sebagai fenomena dahsyat yang mana secara agama pahalanya sangat besar dan terus mengalir. Apalagi bantuan itu langsung pada wong cilik."Insya alloh luar biasa dahsyat pahalanya dan fenomena seperti ini wajib ditiru karena manusia tidak tahu kapan mati" Ungkapnya.

Samsuri menekankan pola pikir Didi Kempot sangat mulia karena jarang artis yang berani berkorban habis-habisan seperti almarhum.

Dijelaskan Samsuri kalau Almarhum itu mau pelit tentu kaya tapi dahsyatnya Almarhum seakan sadar bahwa bondho donyo ( harta dunia) itu tidak dibawa mati. Maka ketika Almarhum meninggal tentu saja namanya dikenang karena kemuliaan sodakohnya luar biasa.

Sementara Wiji (60) supir becak Karanganyar terharu dan selalu terkenang dengan Didi Kempot. "Bukan soal bantuan yang saya terima tapi keberanian Mas Didi berkorban sungguh sangat mulia" tuturnya.

Jurnalis : Benny Suryono
Editor : Mahardika

Share this Article :