Rekomendasi

Kemelut PSSI Karanganyar Tak Berujung, Mulai Mantan Kandidat Hingga Bekas Sekertaris Buka Suara

Selasa, 14 Juli 2020 : 11.00
Published by Hariankota
KARANGANYAR- Setelah lama diam, akhirnya senior pelaku sepakbola Karanganyar Agung Wahyu Utomo SSTP mau buka suara menyikapi kemelut yang terjadi ditubuh PSSI Karanganyar jelang Konggres 18 juli mendatang.

Agung Wahyu panggilan akrab pemilik klub sepakbola Perseman Puri Kahuripan yang dikenal sebagai sosok peredam atau pendingin konflik itu justru mengisyaratkan signal perdamaian.

Pria yang hobi bola yang  masih  eksis sering ikut bermain bola pada berbagai  event latih tanding maupun turnamen yang  juga dikenal sebagai bos property Puri Kahuripan Group, dan juga sebagai  pembina Sekolah Sepak Bola Perseman Puri Kahuripan.

Pria yg dikenal sebagai  pelaku sepakbola yg tetap  konsisten dan  memiliki kontinyuitas  dalam bidang olah raga sepakbola itu meminta semua pihak bisa menahan diri terlebih dulu dan justru mendorong terbentuknya ASKAB PSSI sebagai lembaga resmi sepakbola karena dengan berdiri wadah resmi diyakini akan berdampak positip bagi dunia sepakbola di Karanganyar.

Apalagi lanjut Agung, semestinya semua pihak bersyukur sudah ada yang peduli mengurus pembentukan lembaga itu karena faktual selama ini nyaris  kegiatan sepakbola dibawah wadah PSSI Karanganyar masih krg maksimal.

"Bagi kami pelaku sepakbola memandang simpel saja yakni mumpung ada yang peduli membangkitkan lembaga PSSI ya diterima saja tanpa perlu geger-gegeran" tandasnya Selasa (14/07/2020).

Menurut Agung,  jika nanti  PSSI hasil bentukan ini sama juga stagnan mandeg tidak bergerak, krg maksimal baru dipikirkan lagi langkah selanjutnya.

 "Maksud saya daripada pada gegeran buang energi maka tahan dulu ambisi dan emosi apapun itu alasan dan dalihnya tapi biarkan wadah ini terbentuk dulu" tukasnya.

Agung menjelaskan selama semua pihak berkomitmen berbuat baik memajukan sepakbola di Karanganyar maka janganlah ragu karena semua akan ada solusinya.

Dengan begitu tidak perlu lagi ditonjolkan perbedaan pendapat karena semua manusia memiliki kelemahan baik yang pro konggres dan kontra konggres.

Dengan kata lain jika semua mencari kelemahan, maka kemelut akan semakin melebar dan ujungnya tidak baik serta tidak menguntungkan semua pihak.

Apalagi jika kemelut itu dilandasi unsur politis maka akan merusak obyektifitas dan akal sehat.

"Kami tidak penting siapapun yang akan jadi Ketua PSSI yang penting adalah beruntung jika PSSI di Karanganyar terbentuk dan aktif lagi" dan harapannya  output akhirnya adalah dapat melakukan pembinaan olah raga sepakbola secara intensif dan menyeluruh di seluruh wilayah kabupaten karanganyar,"ujarnya

"Serta mendorong terbentuknya  klub sepakbola dari karanganyar yg ikut kontestasi di level liga yg nantinya akan menampung bibit talenta muda pesepakbola di bumi intanpari,"imbuhnya

Sementara Eks Sekjen PSSI Periode 2016-2020 Kiswadi Agus menilai banyak retorika yang berkembang menyikapi kemelut jelang Konggres PSSI 18 juli ini, namun tragisnya para aktivis tidak mengedepankan obyektifitas kebaikan.

"Ya bagaimana mungkin harapan baik itu akan terwujud baik sedangkan ditempuh melalui cara yang nyata-nyata salah dan melanggar aturan" ungkapnya.

Kiswadi Agus justru mengajak semua pihak berpikir jernih bahwa organisasi itu dimanapun ada aturan sehingga mohon ditaati.

"Boleh saja semua berharap baik tapi tempuhlah cara yang prosedural maka kebaikan akan terwujud" tandasnya.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Ferdinan




Share this Article :