Rekomendasi

Mengapa Sering Tersesat Di Gunung Lawu, Inilah Faktor Biasa Terjadi Hingga Sebabkan Kematian

Rabu, 08 Juli 2020 : 08.08
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Banyak spekulasi dibalik meninggalnya para pendaki di Gunung Lawu berbatasan Karanganyar-Jateng dengan Magetan-Jatim.

Salah satu yang sering terjadi adalah faktor tersesat yakni kondisi pendaki kehilangan arah saat hendak turun ataupun naik gunung Lawu.

Pengalaman pendaki yang tersesat di Gunung Lawu sudah banyak jumlahnya tak terhitung. Tercatat dari jumlah pengunjung Gunung Lawu per tahun sekitar 18 ribu orang yang melewati pos Candi Cetho dan Pos Cemara Kandang selalu saja ada yang tersesar meski jumlahnya kecil.

Namun akibatnya fatal, mulai dari kedinginan dehidrasi, pingsan, koma hingga banyak yang meninggal dunia.

Menurut data yang dihimpun dari Dinas Pariwisata Karanganyar diketahui ada tiga faktor yang menyebabkan pendaki tersesat.

Korban Andi SulistiawanKadinas Pariwisata Karanganyar Titis Sri Jawoto mengatakan ketiga faktor tersesat itu pertama pendaki dalam kondisi tidak fit badan ataupun kejiwaan.

"Pendaki yang blank biasanya terus mencari jalan pintas karena melihat ada desa dan dikiranya dekat. Namun setelah dilalui ternyata jalur putus dibawahnya jurang" ujarnya.

Selanjutnya karena sudah tersesat lelah dan bekal habis maka pendaki itupun tidak tahu harus bagaimana, akhirnya dinyatakan tersesat dan banyak yang meninggal dunia.

Faktor kedua pendaki tersesat menurut, lanjut Titis adalah faktor tertipu yaitu pendaki merasa melihat akses jalan, padahal itu bukan jalan tetapi saat dilihat seakan-akan itu merupakan jalan.

Tak pelak selanjutnya dilaluilah jalur itu ternyata kecele karena adalah jalur putus dan jurang dibawahnya.

Faktor tersesat ketiga adalah pendaki merasa melihat akses jalan padahal lagi-lagi itu bukan jalan, melainkan hanya jalan air yang sudah mengering. Setelah dilalui pendaki akhirnya kecele karena akses putus masuk jurang.

"Kalau sudah tersesat bekal habis mau kembali sudah tidak tahu arah kembali akhirnya ya tersesatlah" jelasnya.

Untuk itu Titis menghimbau siapapun pendaki Gunung Lawu agar menaati jalur konvensional yang lauim saja. Sebab risikonya fatal jika mencoba mencari jalur alternatif.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Kadek Arya Wiguna


Share this Article :