Rekomendasi

Pecahkan Stagnanisasi Pendidikan SMA Muhi Gelar Orientasi 432 Siswa Berprotokol Covid

Senin, 06 Juli 2020 : 16.36
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Setelah satu semester dunia pendidikan stagnan, akhirnya masuki tahun ajaran baru ini SMA Muhammadiyah 1 Muhi Karanganyar pecahkan kebuntuan.

Kali ini SMA Muhi Karanganyar gelar orientasi program dengan mengerahkan 432 siswa beserta wali murid secara estafet dua hari yakni Senin (6/07/2020)  & Selasa (07/07/2020) dengan sistem protokoler Covid secara ketat.

Kasek SMA Muhi Karanganyar Marwanto mengatakan berdasar sudah adanya pelongaran Covid serta masuki new normal  dan mengatasi kejenuhan dan kebuntuan dunia pendidikan, pihaknya gelar Awalusannah atau program orientasi siswa baru.

"Langkah ini tepat dilakukan karena para siswa baru perlu disosialisasikan programnya dan wali muridnya juga terlibat agar geliat sekolah itu berjalan tidak cukup hanya online" ujarnya.

Namun apapun alasannya karena masih masa Covid 19 maka pihaknya secara ketat berlakukan protokoler kesehatan yakni sett tempat duduk berjarak satu meter, juga hand sanitazer serta sistem shift  dipisah selama dua hari menjadi 8 sessi.

Setiap sessi dilakukan pertemuan sebanyak 55 orang dengan durasi pertemuan selama dua jam maksimal. "Soal standar kesehatan menjadi prioritas utama mengingat banyaknyanya peserta" tandasnya.

Singkat kata menurut Marwanto pertemuan itu digelar dengan standar ketat agar tidak melanggar kentuan protokol kesehatan.

Adapun materi sosialisasi adalah tentang program sekolah termasuk program unggulan SMA Muhi yang merupakan satu-satunya SMA di Karanganyar yang menerapkan program Sistem Kredit Semester SKS yang mana siswa bisa meraih kelulusan sekolah hanya dengan waktu dua tahun saja.

Saat ini ada 22 siswa di SMA Muhi yang mengikuti program SKS sehingga bisa lulus dua tahun saja mendapatkan ijazah resmi SMA.

 "Lha program unggulan semacam ini banyak wali murid yang penasaran ingin mengetahui langsung karena tidak puas dengan sistem online" ujarnya.

Sementara itu Ketua Komite Sekolah SMA Muhi Sukinto mengatakan secara periodik pergelaran acara akbar seperti ini diperlukan apalagi masuki tahun ajaran baru guna menjaga ritme pendidikan agar tidak stagnan. "Kasihan para murid jenuh lho dirumah terus menerus. Lha mumpung ini ada pelonggaran Covid maka perlu dipertemukan" ujarnya.

Dengan digelar acara pertemuan siswa guru dan wali murid akan membikin lega semua pelaku pendidikan karena segala program dan informasi tersampai langsung tanpa gangguan teknis lazimnya via daring.

Benny Suryono
Harian Kota

Share this Article :