Rekomendasi

Penangkapan Terduga Teroris di Sukoharjo, Warga Dengar Suara Tembakan

Sabtu, 11 Juli 2020 : 17.39
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Warga Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, tepatnya dijalan Lurik sekitar Toko Buku Arafah hingga kini masih penasaran memperbincangkan kejadian penangkapan seorang warga yang disertai tembakan, pada Jum'at (10/7/2020) siang kemarin.

Peristiwa selepas ibadah sholat Jum'at tersebut, menurut keterangan saksi mata, Suwarno Kamto (72) yang sehari - hari membantu anaknya laki - laki berjualan es degan dilokasi penangkapan di jalan Lurik Dukuh Ngruki RT 05/RW 17, Cemani, Grogol, Sukoharjo, berlangsung sangat singkat.

"Anak saya sempat dipegang oleh pria yang hendak ditangkap itu. Saat dikejar, ia sepertinya mau menjadikan anak saya tempat berlindung dari sejumlah orang yang mengejarnya," kata Kamto saat ditemui hariankota.com, Sabtu (11/7/2020).

Dituturkan,  pria yang ditangkap ini semula sempat terjatuh dipinggir jalan karena dipepet sebuah mobil yang kemungkinan berisi anggota Densus 88 Dua kali terjatuh, kemudian bangun terus berlari kearah kebun pisang di belakang gerobak es degan milik anak Kamto.

Beberapa orang kemudian keluar dari dalam mobil mengejar pria yang diburu ini hingga masuk ke kebun pisang sambil mengacungkan senjata api. Terdengar tiga kali suara letusan senjata api.

"Bunyinya seperti petasan yang biasa di beli cucu saya. Disela suara tembakan itu, juga terdengar teriakan suara takbir, Allahu Akbar , Allahu Akbar," ujarnya.

Selang beberapa waktu kemudian, pria yang ditangkap tersebut dilihat Kamto langsung diangkat masuk kedalam mobil untuk selanjutnya dibawa pergi meninggalkan lokasi.

"Sangat cepat sekali, begitu saya keluar dijalan, sudah tidak ada apa - apa. Saya tidak tahu kemana perginya," imbuhnya.

Belakangan diketahui, pria yang ditangkap itu berinisial IA (22), seorang bujangan warga Jebres, Solo, tapi mengontrak sebuah rumah tak jauh dari lokasi penangkapan. Tepatnya masuk Dukuh Ngruki RT 01/RW 16.

Hal itu disampaikan oleh Moelyadi Mulyo Kusumo, selaku Ketua RT yang diminta menjadi saksi saat dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan IA, pada malam harinya.

"Dari data Kartu Keluarga (KK) yang ada disini, ia dan keluarganya sudah sejak 2016 mengontrak rumah di kampung disini. Kemarin saya tidak bisa ikut masuk, karena rumahnya sangat kecil," ungkapnya.

IA selama ini disebutkan Moelyadi, setamat sekolah setingkat SMA/SMK tidak tinggal di Ngruki, tapi tinggal di sebuah ponpes di Tawangmangu, Karanganyar.

"Mungkin ini pas liburan, jadi dia pulang ke sini. Setahu saya, ia baru saja lulus sekolah, paling baru satu tahun ini," ucapnya.

Dalam kejadian ini, Moelyadi menyebut, diminta oleh polisi untuk ikut menyaksikan penggledahan, namun tidak diberitahu dalam kasus apa penggeledahan di rumah IA itu dilakukan. 

"Semalam itu yang saya tahu ada petugas dari Inafis yang masuk kedalam rumah IA. Dari obrolan yang saya dengar, barang bukti yang dibawa adalah sebuah hape. Itu saja," terangnya.

Hingga berita ini ditulis, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas belum dapat dikonfirmasi tentang kebenaran apakah penangkapan IA  terkait aksi terorisme atau kasus kejahatan lainnya.

Dari informasi yang berkembang dilapangan, penangkapan IA diduga berhubungan dengan aksi penyerangan Wakapolres Karanganyar di Tawangmangu beberapa waktu lalu.



Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :