Rekomendasi

Perayaan Kasada di Gunung Bromo Terlarang dari Wisatawan

Kamis, 02 Juli 2020 : 16.37
Published by Hariankota
MALANG - Ritual adat Yadnya Kasada yang dilaksanakan masyarakat Suku Tengger pada 6 - 7 Juli tahun 2020 ini akan berbeda dibandingkan sebelumnya. Adanya wabah pandemi Covid-19 membuat akses wisata ke Gunung Bromo ditutup total sejak bulan Maret 2020.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) John Kennedie memaparkan bila berdasarkan kesepakatan bersama, perayaan Kasada di Gunung Bromo hanya untuk ibadah saja.

"Perayaan Kasada, sudah disepakati, hanya untuk beribadah, khusus untuk masyarakat Tengger," tegas John ditemui okezone pada Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, magnet perayaan Kasada yang mendatangkan banyak wisatawan kali ini akan berbeda guna menghindari penyebaran virus corona di masyarakat Suku Tengger sendiri.

"Tidak ada kegiatan wisata sama sekali di Kasada. Ini sebagai contoh, bagaimana protokol kesehatannya. Masyarakat Tengger tidak ada yang terkena, jadi jangan sampai ada," tuturnya.


Selain hanya diperuntukkan untuk masyarakat asli Tengger, pihaknya dari BB-TNBTS dan beberapa instansi lainnya akan melakukan penyekatan guna mengantisipasi adanya wisawatan yang masih nekat masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo.

"Kalau bukan masyarakat asli Tengger, tidak boleh mereka (wisatawan) ke situ. Khusus untuk masyarakat Hindu, Tengger yang akan beribadah saja bukan untuk wisatawan," bebernya.

Selain larangan wisatawan datang lanjut John, perayaan Kasada juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan tetap menjaga jarak, memakai masker, sampai disediakan tempat cuci tangan bagi Suku Tengger di sekitar Pura Luhur Poten dan puncak Gunung Bromo.

"Mereka (masyarakat Suku Tengger) menerapkan protokol kesehatan ketat. Itu kesepakatan, tidak ada acara untuk wisata dan sebagainya. Untuk mereka saja," pungkasnya.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :