Rekomendasi

Protes Bansos Covid-19 Tidak Merata, Warga Datangi Balaidesa

Jumat, 10 Juli 2020 : 14.38
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Puluhan warga Desa Wironanggan, Gatak, Sukoharjo mendatangi kantor desa setempat melakukan aksi protes tentang distribusi bantuan sosial (bansos) dampak pandemi Covid-19 yang dinilai tidak merata.

"Banyak warga miskin terdampak Covid-19 tidak mendapat bantuan. Yang dapat malah ada warga mampu. Terus ada juga yang dapat bantuan dobel. Kami minta pertanggungjawaban Kades," kata Parmadi (61), warga Dukuh Karanglo, RT. 01/ RW. 02 Wironanggan selaku juru bicara aksi, Jum'at (10/7/2020).

Pantuan hariankota.com, oleh Camat Gatak, Sukoharjo, Sumi Rahayu, Kapolsek Gatak, dan Danramil Gatak yang langsung hadir untuk meredam aksi, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Wironanggan ini kemudian diajak berdialog bersama Kades Wironanggan, Dwi Suratmanto.

"Kami menuntut Kades adil dan transparan. Karena kami mensinyalir dalam memberikan bantuan tebang pilih. Bantuan hanya diberikan pada warga yang disukainya. Ini menimbulkan kecemburuan dan keresahan." ujar Parmadi dihadapan Camat.

Tak hanya masalah Bansos Covid-19, pada kesempatan ini, warga juga berkeluh kesah soal sejumlah masalah, yakni tentang pelayanan masyarakat yang dianggap kurang memuaskan, penggunaan dana desa, dan transparansi pembangunan atau proyek desa.

Menanggapi keluhan tersebut, oleh Camat disampaikan, bahwa muara dari protes masyarakat ini adalah belum maksimalnya kades dalam menjalin komunikasi dengan seluruh warga desanya.

"Kami inventarisir ada empat masalah yang sekaligus muncul. Masalah Bansos Covid-19, pelayanan, dana desa dan pembangunan. Kalau kami lihat, hal ini terjadi karena kurang komunikasi saja," terang Sumi.

Agar persoalan tidak berlarut -larut, kepada warga yang melakukan aksi protes, Sumi menjanjikan, khusus untuk Bansos Covid-19, pihaknya akan melakukan pengecekan data. Semisal ada yang salah bisa direvisi.

Sementara Dwi Suratmanto selaku Kades Wironanggan, menyatakan sebenarnya tentang proses penyaluran Bansos Covid- 19 sudah berjalan sesuai prosedur. Jika ada warga yang merasa layak mendapat bantuan tapi belum terdata, ia juga siap melakukan usulan ulang.

"Tapi penentunya tentang siapa yang dapat bukan di tangan saya. Selama ini sebelum bantuan didistribusikan sudah melalui tahapan verifikasi. Toh nanti kan juga ada audit, jadi bisa ketahuan dimana kesalahan itu," tandasnya.

Akhirnya setelah seluruh keluh kesah warga tersebut ditampung untuk menjadi bahan koreksi dalam pendataan calon penerima Bansos tahap berikutnya, aksi kemudian berakhir dengan damai. Puluhan aparat keamanan sempat bersiaga mengantisipasi hal - hal lain yang tak diinginkan dalam aksi ini.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :