Rekomendasi

Rapid Test Petugas Coklit Pilkada, Jika Reaktif Bakal Diganti

Rabu, 08 Juli 2020 : 16.42
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menggelar rapid test bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di seluruh TPS yang ada di Sukoharjo.

"Bagi yang hasilnya reaktif maka secara teknis prosedurnya kami menunggu rekomendasi dari DKK. Jika perlu ditindaklanjuti dengan pergantian, kami juga sudah menyiapkan penggantinya," kata Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda kepada hariankota.com disela rapid test di Cemani,Grogol, Rabu (8/7/2020).

Untuk mencegah penularan Covid-19, nantinya PPDP yang akan melakukan tahapan coklit (pencocokan dan penelitian) data pemilih tidak lagi datang ke rumah-rumah. Mereka hanya menyandingkan dengan data di setiap TPS dari masing - masing kelurahan.

Namun begitu, menjelang dilangsungkannya tahapan pemutakhiran data pemilih atau tugas pencoklitan mulai Jum'at (15/7/2020) hingga Kamis (13/8/2020) nanti, seluruh personil PPDP yang akan bertugas juga di pastikan tidak terpapar Covid-19.

"PPDP yang di rapid test sebanyak jumlah TPS yakni 1.775 orang, karena satu TPS ada satu orang PPDP" ungkapnya.

Pelaksanaan rapid test terhadap warga yang mendaftar sebagai PPDP dilaksanakan di masing - masing wilayah kecamatan di Sukoharjo. Sesuai jadwal digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (8-9/7/2020).

"Sekali lagi rapid test ini untuk memastikan penyelenggara sehat dari sebelum melaksanakan tugasnya. Jadi bukan untuk menjustifikasi seseorang itu reaktif atau non reaktif” jelasnya.

Ditegaskan Nuril, pelaksanakan tahapan Pilkada serentak 2020 akan dilakukan setelah seluruh persiapan terkait sarana prasarana protokol kesehatan tersedia dan bisa digunakan oleh petugas yang bertugas di lapangan.

"Sosialisasi terus kami lakukan. Harapannya masyarakat tidak perlu takut menerima PPDP pada saat coklit. Selain itu PPDP yang bertugas nantinya akan dibekali dengan APD (alat pelindung diri) dan wajib menaati protokol Covid 19." pungkasnya.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :