Rekomendasi

Rayakan Iduladha Ditengah Korona, PPMI Assalaam Tak Libatkan Santri

Jumat, 31 Juli 2020 : 15.02
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tak seperti tahun sebelumnya, perayaan Iduladha 1441 H di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo sama sekali tanpa melibatkan santri. Kegiatan rutin tahunan ini menjadi berbeda lantaran berlangsung ditengah pandemi Covid-19.

Ponpes yang berlokasi di Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura ini memutuskan, untuk sementara waktu meliburkan kegiatan belajar mengajar dengan meminta para santri pulang ke daerah asal masing - masing untuk mencegah penyebaran virus di lingkungan ponpes.

Jika di tahun sebelumnya sholat Iduladha di Masjid Assalaam yang berkapasitas 4000 jama’ah penuh dengan jamaah. Untuk kali ini, jamaah sholat Iduladha, Jum'at (31/7/2020) dibatasi hanya boleh diikuti kalangan keluarga besar pengelola ponpes saja dengan menerapkan protokol kesehatan.

Tak hanya itu, dalam kegiatan penyembelihan dan distribusi hewan qurban bagi masyarakat sekitar dan empat daerah binaan. 

Oleh direktur melalui Surat Keputusan (SK), yang terlibat hanya petugas khusus yang telah ditunjuk.

Penyembelihan dan distribusi hewan qurban ke empat daerah tersebut dilakukan secara serentak selama dua hari, yakni Jum’at (31/7/2020) dan Sabtu (1/8/2020).

Direktur PPMI Assalaam, Uripto M. Yunus menjelaskan, empat daerah binaan tersebut tersebar di empat kabupaten meliputi Kecamatan Kartasura, Sukoharjo; Kecamatan Karanganyar, Karanganyar; Kecamatan Tulakan, Pacitan; dan Kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Total hewan kurban yang didistribusikan sebanyak 34 ekor, terdiri 19 ekor sapi dan 15 ekor kambing.

"Situasi pandemi saat ini menjadi kesempatan bagi PPMI Assalaam untuk berbagi dan memberi manfaat pada masyarakat melalui pembagian daging kurban di luar kegiatan bakti sosial yang rutin Assalaam selenggarakan," terang Uripto dalam rilisnya kepada hariankota.com.

Sementara Kepala Humas PPMI Assalaam, Devi Hidayah menambahkan, meskipun saat ini santri belum kembali aktif dan kembali ke kompleks ponpes, kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu program utama dalam pembentukan karakter santri tetap dilakukan.

“Biasanya santri kami libatkan penuh dalam kegiatan ini sehingga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran santri Assalaam yang berasal dari 34 propinsi di Indonesia dan 4 negara asing, menjadi salah satu hal yang menarik masyarakat di empat daerah binaan itu," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :