Rekomendasi

Skor Indeks Kerawanan Pilkada Sukoharjo Disebut Tinggi, Begini Reaksi Bupati

Kamis, 09 Juli 2020 : 16.07
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Penyampaian hasil Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) di Sukoharjo tertinggi di Jateng yang disampaikan Bawaslu Sukoharjo dalam rakor persiapan pilkada menuai keberatan sejumlah pihak tak terkecuali Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Sejumlah indikator dalam IKP dinilai berpotensi memicu kegaduhan di masyarakat.

"Kenapa perlu kami sampaikan, karena kondusifitas di Sukoharjo perlu dijaga. Penyebutan kerawanan dalam IKP dikhawatirkan dimaknai masyarakat pemilunya yang rawan. Ini bisa membuat "geger" (ribut-Red) nggak jelas," kata Bupati kepada hariankota.com usai rakor di Gedung Menara Wijaya Pemkab Sukoharjo, Kamis (9/7/2020).

Bupati meminta kepada jajaran Bawaslu Sukoharjo agar dalam menyampaikan hasil IKP juga disertai data konkrit sehingga publik dapat memahami maksud dan tujuannya ketika IKP itu dipublikasikan untuk konsumsi masyarakat luas.

"Kami tidak sependapat dengan apa yang telah disampaikan oleh Bawaslu," ujar Wardoyo yang tidak setuju jika tingginya skor IKP Sukoharjo 2020 dikaitkan karena adanya keterlibatan ASN yang tidak netral, menggingat saat ini belum ada pendaftaran dan penetapan peserta Pilkada.

"Dengan banyaknya masukan yang disampaikan (dalam rakor) dari berbagai pihak, mudah- mudahan Bawaslu kedepan bisa lebih santun. Kalau ada masalah bisa disampaikan di desk pilkada untuk dirembuk dulu," imbau Bupati.

Seperti diketahui, Bawaslu Jawa Tengah (Jateng) telah merilis hasil riset IKP dari 21 kabupaten/kota di Jateng yang akan menggelar pilkada serentak Desember mendatang, dimana ada dua yang masuk kategori kerawanan tinggi, yakni Kendal dengan skor 65,33 dan Purworejo dengan skor 57,38.

Adapun 19 daerah lainnya masuk kategori sedang dengan skor antara 43,58 hingga 54,52 dengan nilai secara umum tingkat kerawanan di masing-masing daerah memiliki skor yang berbeda-beda di masing-masing dimensi.

Sedikitnya ada empat dimensi yang dijadikan indikator dalam riset IKP tersebut, yakni dimensi konteksi sosial dan politik, dimensi pemilu yang bebas dan adil,dimensi kontestasi, dan dimensi partisipasi.

Dalam dimensi konteks sosial politik, Sukoharjo menempati skor tertinggi dengan 55,59. Sedangkan dalam dimensi penyelenggara pemilu yang bebas dan adil, skor tertinggi adalah Kendal dengan 60,36.

Demikian pula dalam dimensi kontestasi, Kendal juga tertinggi dengan skor 71,68. Adapun dalam konteks partisipasi ditempati Purworejo dengan skor 84,75 persen.

Dari hasil tersebut menunjukan bahwa masing-masing kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada disebutkan Bawaslu Jateng memiliki tingkat kerawanan masing-masing sesuai dengan dimensi yang ada.


Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :