Rekomendasi

Suka Duka PPDP dan Pengawas, Jalan Kaki Naik Turun Bukit

Kamis, 16 Juli 2020 : 14.01
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tahapan Pilkada serentak 2020 sudah memasuki tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilh selama satu bulan, yang dimulai pada 15 Juli – 13 Agustus 2020.

Proses tahapan coklit memang tidak mudah. Banyak kendala yang dihadapi para petugas pemuktahiran daftar pemilih (PPDP) untuk melakukan coklit data, termasuk petugas pengawas yang selalu memantau pelaksanaan tahapan tersebut.

Seperti dituturkan Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Bambang Muryanto, bahwa tidak semua wilayah Sukoharjo dapat dijangkau dengan mudah. Beberapa wilayah ada yang harus ditempuh dengan jalan kaki lantaran terkendala medan perbukitan.

Beberapa rumah warga yang menjadi sasaran coklit ada yang terletak perbukitan, sehingga untuk menjangkaunya, petugas harus jalan kaki naik turun bukit. Terkadang mereka hanya istirahat ditengah jalan berteduh dibawah pohon.

Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada satupun warga yang terlewatkan.

"Sebagian desa wilayah Kecamatan Bulu dan Weru merupakan daerah yang memiliki medan berat,” kata Bambang kepada hariankota.com, Kamis (16/7/2020).

Namun begitu, petugas belum menjumpai kendala lainnya semisal saat melakukan coklit dan pengawasan, warga yang dituju sedang tidak berada di rumah.  Meski hanya satu orang anggota keluarga, disebutkan Bambang, coklit tetap dapat dilaksanakan.

“Selain itu, sampai hari ini, kami juga tidak menemukan warga yang belum memiliki E-KTP.  Semua sudah terdaftar memilki E- KTP, ” katanya.

Ia pun berharap hingga akhir batas waktu pelaksanaan coklit nanti, semua pemilik hak suara sudah melakukan perekaman E-KTP secara sendiri.

"Pada intinya tahapan coklit yang akan berjalan hampir satu bulan ini dapat berjalan baik secara menyeluruh. Harapannya penyelenggaraan Pilbup Sukoharjo bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi

Share this Article :