Rekomendasi

Target Pembangunan Rumah APERSI Terdampak Pandemi Covid-19

Kamis, 16 Juli 2020 : 19.26
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Meski masih di situasi pandemi Covid-19, para pelaku usaha bisnis perumahan yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) mulai berkonsolidasi. Konsolidasi dilakukan guna mengembangkan sejumlah target perumahan yang belum tertunda terealisasi akibat efek pandemi Covid-19.

Ketua DPD APERSI Jawa Timur Mahrus Sholeh mengatakan di bulan 2020 ini terjadi penurunan realisasi pembangunan perumahan akibat adanya pandemi Covid-19 yang merebak, dari target awal 20 ribu unit rumah kini menjadi 10 ribu unit.

"Kalau tahun ini akibat Covid-19 turun sampai 40 persen dari bulan April, bulan keenam ini sudah mulai perlahan naik ke 67 persen," ujar Mahrus usai rapat DPD Apersi Jatim di Kota Malang, pada Kamis (16/7/2020).

Menurutnya, penurunan realisasi selama Covid-19 ini akibat adanya pengetatan aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga berdampak secara ekonomi. Kini lanjut Mahrus setidaknya 4.500 telah siap dipasarkan.

"Kalau saat ini 4.500 unit sudah jadi dan siap di-KPR-kan dari target kita 10 ribu unit rumah," ungkapnya.

Dari jumlah tersebut wilayah Malang raya masih menjadi salah satu pembangunan perumahan favorit masyarakat, selain di Kabupaten Gresik, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Lamongan.

"Kalau untuk di Malang ini banyak yang kawasan pinggiran, seperti Wagir, Pakis, Singosari, Bululawang," lanjutnya.

Di sisi lain Head of Consumer Retail Malang raya BNI Agus Haedar Usman mengakui dampak pandemi Covid-19 cukup mempengaruhi sektor bisnis perumahan selama empat bulan terakhir.

"Dampaknya memang ada, dari kuota 500-an aplikasi (pengajuan kredit perumahan) baru setengahnya. Sisanya ada sekitar 294-an yang belum dengan nilai Rp 28 miliar di Malang raya saja," ucap Agus Haedar.

Ia berharap target 500 aplikasi di tahun 2020 untuk wilayah Malang raya bisa terealisasi di sisa tahun ini. "Untuk kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sisanya 294-an bisa diselesaikan Juli dan Agustus ini," pungkasnya.

Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi


Share this Article :