Rekomendasi

Terhantam Badai Covid-19, Pekerja Entertainment Karanganyar Kehilangan Omzet Rp12 Miliar

Rabu, 15 Juli 2020 : 14.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Sebanyak 7.000 pekerja jasa seni entertainment yang tergabung dalam wadah Komunitas Entertainment Karanganyar Komenka yang menggantungkan hidup dari event hajatan tradisi itu kehilangan omzet job selama satu semester 2020 mencapai Rp12 miliar.

Ketua Komenka Karanganyar Joko Dwi Suranto mengatakan lost omzet itu riil karena frekwensi hajatan tradisi merupakan pasar potensial yang rutin selalu ada sejak zaman.

Apalagi waktu 5 tahun terakhir hajatan tradisi alami pertumbuhan pesat dan penuh inovasi sehingga membutuhkan cover jasa entertainment meningkat pesat.

"Hitung-hitungannya jelas dari 7.000 anggota kami semua aktif dan saat sebelum covid hampir semua jasa entertainmen laku semua sehingga lost omzet Komenka mencapai Rp12 miliar selama satu semester" ujarnya di sela acara sosialisasi hajatan baru ala Covid 19 di Pendopo Manteb Sudarsono,Kemarin.

Joko Dwi Suranto menjelaskan sebanyak 7.000 anggota Komenka itu terbagi pada delapan sektor jasa entertainment yakni kesatu sektor jasa sewa sound system, kedua Kovika atau jasa shooting, ketiga Focsosi jasa crew sound, keempat Cresco atau crew shooting kelima Kodeka jasa dekor rias.

Sedangkan jasa keenam adalah Fajar atau jasa sewa kajang, ketujuh Afoka jasa foto dan kedelapan adalah Sekar seniman karanganyar layani jasa hiburan musik berbagai jenis musik sesuai permintaan pasar.

"Dari delapan sektor cover rate jasa entertainment tersebut boleh dikata rutin laku semua sehingga jika tidak ada Covid omzet Rp12 miliar tercapai bahkan lebih. Namun kini Komenka merana terpuruk terpukul Covid 19" tandasnya.

Untuk itu mengingat perjalanan wabah Covid hingga sekarang belum tuntas namun relatif menurun dan masyarakat mulai berani beraktifitas seperti biasa, maka Komenka bertekad untuk bangkit kembali pada semester kedua ini.

Sebagai salah satu upaya inovasi Komenka menjalin kerjasama dengan Pemkab dan Polres diikuti instansi dibawahnya untuk bisa mengizinkan kembali hajatan tradisi. Tentu saja dengan format standarisasi Covid yakni dengan sistem protokol kesehatan, serta semua sett teknis hajatan direvolusi menjadi sett standar covid agar aman.

"Kami berupaya menyamakan persepsi dan lakukan inisiasi perihal format baru hajatan beserta aturannya agar bisa disepakati bersama dan untuk ditaati. Dengan begitu hajatan tradisi dapat berlangsung kembali dan jasa entertainment hidup lagi" imbuhnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Perangkat Desa Seluruh Indonesia Papdesi Cabang Kabupaten Karanganyar Sutarso menyambut baik format standarisasi hajatan tersebut.

"Bagi kami standarisasi hajatan baru yang digagas Komenka lebih riil bisa diterapkan di seluruh desa di Karanganyar sebagai solusi nyata di tengah pandemi" Tandasnya

Sebab, lanjut Sutarso yang juga Kades Harjosari-Karangpandan itu mengaku kasihan kepada seluruh warga desa di Karanganyar yang selama ini dipaksa dan terpaksa harus menahan hasrat gelar hajatan karena faktor Covid 19.

 "Dengan adanya standarisasi hajatan itu sudah semestinya otoritas kepolisian dan Pemkab Karanganyar harus sinergi membuka kembali kran perizinan hajatan walau dengan pengawasan ketat" tukasnya.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Rahayuwati

Share this Article :