Rekomendasi

Terhantam Covid Empat Bulan, Mata Trans Merugi Rp19 Miliar. Namun Masih Bisa Cairkan CSR Untuk Masyarakat

Selasa, 07 Juli 2020 : 20.30
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Pelaku jasa usaha pariwisata sektor transportasi bus wisata berharap dengan dibukanya banyak obyek pariwisata di Jateng dan provinsi lainnya dapat berjalan efektif seperti dulu.

Sehingga keterpurukan akibat Covid 19 bisa terpulihkan dengan pembukaan obyek wisata tersebut.

GM jasa usaha bus wisata Mata Trans Sukamdi mengatakan pihaknya menaruh ekspektasi tinggi terhadap new normal serta dibukanya kembali obyek wisata di berbagai provinsi termasuk di Kabupaten Karanganyar sebagai destinasi wisata nasional.

Pasalnya roda usaha bisa bergerak lagi walaupun secara bertahap sehingga bisa memulihkan lost income selama empat bulan ini sekitar Rp19 miliar.

"Ngeri memang selama empat bulan 40 armada bus kami off sehingga Rp19 miliar melayang. Tak bisa dibayangkan jika semester kedua ini jasa wisata tidak bergerak" ujarnya.

Namun meski demikian PT Netra Setya Waskita selaku induk usaha bus Mata Trans masih tetap peduli terhadap warga terdampak wabah Covid melalui dana Coorporate Respon Socialbility.

Tak tangung-tanggung Mata Trans berikan bantuan lebih dari 3.000 masker kaca atau facial shield di sejumlah kabupaten kota di Soloraya. Selasa (07/07/2020) Mata Trans serahkan bantuan masker kaca kepada Pemkab Karanganyar untuk disalurkan pada warga setempat.

"Bagi kami ini adalah realitas karena covid menghantam semua sektor namun optimisme bangkit tetap harus ada. Begitu juga semangat untuk memberi agar balance" tukasnya.

Kini masuki semester kedua pasca Covid meski statusnya pelonggaran, pihaknya terus bergerak lakukan inovasi demi eksistensi bisnis terjaga.

Salah satunya adalah di tahap awal menyediakan cafe bus yakni paket naik bus ala cafe hanya membayar Rp50 ribu per orang bisa keliling kota dengan minum kopi dan snack gratis. Sedangkan daya tampung per bus sebanyak 22 seat.

Mengapa sasaran pertama adalah bus cafe ? Karena sesuaikan daya beli pasar sebab ekonomi terpuruk sehingga jasa sewa bus masih rendah. "Dengan bus cafe ini kami bisa operasional setiap hari minimal dua bus dengan pendapatan lumayan" imbuhnya.

Saat ini bus cafe akan dikembangkan di berbagai kota di Jawa guna mensiasati pangsa pasar setelah Covid. "Intinya kita step by step harus cerdas membidik mensiasati pasar ditengah kondisi seperti ini" tuturnya.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Rahayuwati


Share this Article :