Rekomendasi

Tiga Keluhan APERSI Jatim Saat Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 16 Juli 2020 : 19.33
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Merebaknya pandemi Covid-19 membuat pelaku pengembang perumahan dan permukiman mengeluhkan tiga hal dalam proses pembangunan kawasan perumahan.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Mahrus Sholeh menyebut faktor pertama yang menjadi keluhan pihaknya yakni ada pengetatan pengajuan aplikasi kredit perumahan.

"Sekarang sangat ketat sekali, dari perbankan terutama dari BNI, sehingga harapannya bisa menggenjot lagi. User mau realisasi tapi dari bank sangat ketat, itu kendala kita pertama," ujar Mahrus Sholeh usai rapat koordinasi DPD APERSI Jatim di Kota Malang, Kamis (16/7/2020).

Keluhan kedua yang dialami pihak APERSI yakni Tabungan Wajib Prajurit (TWP) bagi tentara yang tak kunjung cair meski secara transaksi jual beli rumah telah rampung. Hal ini berdampak pada developer dan anggota TNI yang hendak membeli rumah menjadi tertunda.

"TWP (Tabungan Wajib Perumahan) ini belum cair, ini sudah tiga bulan mulai April, tidak bisa cair, padahal rumah selesai, sertifikat juga sudah, tapi anggota belum bisa menempati," keluhnya.

Guna menindaklanjuti hal tersebut, pihak APERSI Jatim sebenarnya telah bersurat ke Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP AD) bulan ini.

"Kami sudah bersurat ke BPTWP AD dengan tembusan ke KSAD, semoga bisa cepat ada keputusan. Kasihan anggota TNI yang sudah beli dan anggota kami," tuturnya.

Selain dua hal tersebut, faktor terakhir yang kerap menjadi kendala yakni sulitnya perizinan pembuatan lahan perumahan dan permukiman di sejumlah daerah di Jawa Timur.

"Perizinan ini sulit, beberapa daerah masih belum kooperatif. Perizinan ini keluarnya ada yang satu bulan, enam minggu, bahkan ada yang lebih dari satu tahun," pungkasnya.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi


Share this Article :