Rekomendasi

Bali Ekspor Kakao Fermentasi 10 Ton ke Osaka Jepang

Kamis, 20 Agustus 2020 : 22.39
Published by Hariankota
JEMBRANA - Meski pamdemi Covid-29 belum berlalu, namun petani Kakao di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen, Jembrana sukses mengekspor kakao fermentasi sebanyak 10 ton ke Osaka Jepang

Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati lepas ekspor kakao, Kamis (20/8/2020).

Menurut Gubernur, ekspor biji kakao fermentasi Bali khas Jembrana ke  Jepang merupakan wujud implementasi dari lima bidang prioritas dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru dalam visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".

"Saat ini sedang diprioritaskan dalam pemulihan perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang salah satunya di bidang pangan, sandang dan papan, selain bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya serta bidang pariwisata," ujarnya, Kamis (20/8/2020)

Ekspor ini, lanjut Gubernur Koster  pertanian di Bali (kakao) masih menjadi primadona dan komoditi ekspor yang didambakan dunia ditengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, Pemprov Bali  melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, pada tahun 2020 telah mengalokasikan bantuan kakao sebanyak 100.000 pohon dengan luas 100 Ha, dan sebanyak 10.000 pohon diantaranya dialokasikan di Subak Abian Dwi Mekar, Desa Poh Santen.

"Selain kakao, ada juga bantuan bibit kelapa gajah 12.000 pohon dengan luas 100 Ha yang tersebar di beberapa Subak Abian," pungkasnya.



Jurnalis : Made
Editor : Mahardika


Share this Article :