Rekomendasi

Bank Jateng Syariah Jajaki Program Investasi Pisang Mas Kirana Di Matesih Senilai Rp10 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2020 : 07.09
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Bank Jateng Syariah Surakarta tertarik mendanai program sentra perkebunan pisang mas kirana yang akan dikembangkan secara massif di Kabupaten Karanganyar-Jateng.

Proyeksi pendanaan investasi ini tak tanggung-tanggung yakni kisaran Rp10 miliar-Rp30 miliar tergantung jumlah areal yang ditanami serta banyaknya petani yang turut join dalam program investasi tersebut.

Ketua Analis Pembiayaan Bank Jateng Syariah Surakatta Iib Suryo Adi Wibowo mengatakan potensi program investasi itu cukup baik sehingga potensi sentuhan pendanaan dari bank bisa masuk.

Hanya saja detail kerjasama antara bank dengan pihak pihak ketiga selaku promotor program masih terus dilakukan pembicaraan tentang skema kredit yang diperuntukkan pada petani langsung baik sendiri maupun berkelompok.

"Ini sedang tahap sosialisasi teknis antara promotor dengqn petani serta pihak terkait lainnya guna mengukur kemungkinan deal dan tidaknya investasi tersebut" ujarnya.

Iib Suryo mengatakan skema kredit yang paling cocok untuk petani dan kelompok tani selaku investor adalah menggunakan sistem Kredit Usaha Rakyat KUR dengan bunga 6% tenor 12 bulan.

Adapun besaran pinjaman yang dibutuhkan rata-rata Rp50 juta untuk investasi satu hektar tanaman pisang mas kirana. Sedangkan program ini akan digelar 20 hektar alias membutuhkan biaya Rp10 miliar.

"Ini satu sessi program investasi tersebut sehingga jika hasilnya riil terbukti maka progra minimal bisa 60 hektar mengembang sehingga K butuhan dana pembiayaan mencapai Rp30 miliar" ujarnya.

Namun ditegaskan oleh Iip Suryo bahwa belum ada deal melainkan sedang percepatan pembahasan teknis pinjaman.

Sementara promotor investasi dari PT Swam Farm dari Yogyakarta Suwarno pada sosialisasi investasi pisang mas kirana di Desa Dawung - Matesih - Karanganyar, Senin (10/08/2020) mengatakan kerjasama ini selain libatkan petani juga akan  libatkan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Adapun sistem kerja investasi ini adalah  perusahaannya yang akan membina petani di Karanganyar terutama di Desa Dawung, Matesih  untuk menamam jenis pisang mas Kirana. 

Jika sudah panen maka hasil dari para petani pisang ini akan dibeli kembali oleh PT Swam Farm untuk selanjutnya dijual kepada supplier besar ternama. 

"Kami berupaya  kita beli melibatkan BUMDES di Kabupaten Karanganyar termasuk untuk pengepakan juga melibatkan masyarakat sekitar," paparnya.

Terkait mekanisme kerjasama nantinya akan menggunakan sistem  potong panen (bagi hasil) saat masa penen tiba.

Pihaknya yang nantinya akan menyediakan bibit pisang berkualitas dan petani yang menanam dan merawat hingga masa panen.

"Untuk pembiayaan nanti akan bekerjasama dengan Bank Jateng,"

Adapun dipilihnya Kabupaten Karanganyar sebagai tempat penanaman karena pertimbangan lahannya juga paling cocok untuk budidaya menyangkut  kontur tanah, ketinggian juga suhunya sesuai.

Menanggapi program investasi itu Kades Dawung Matesih Suyadi menyambut baik jika wilayahnya dijadikan sentra perkebunan pisang mas Kirana. Terlebih lagi dalam pelaksanaanya melibatkan BUMDE
"Desa kami sebagian besar merupakan lahan pertanian dan perkebunan yang menghasikan komiditas buah seperti duku, durian, rambutan," jelasnya.

Apalagi lanjut Kades,  BUMDES Dawung ini juga memiliki  usaha membuat pupuk organik sehingga bisa sinergi.

"Dengan program ini akan saling mendukung, kita bisa jadi pemasuk untuk pupuk organiknya," paparnya.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Rahayuwati


Share this Article :