Rekomendasi

Buntut Pembunuhan Satu Keluarga Jadi Perbincangan, Warga Berharap Ada Doa Bersama

Selasa, 25 Agustus 2020 : 15.43
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Hingga kini lokasi kejadian pembunuhan empat orang yang merupakan satu keluarga di Dukuh Slembem, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo masih dijaga sejumlah relawan. Mereka bergantian membantu mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pantauan hariankota.com, Selasa (25/8/2020), pita kuning garis polisi terlihat masih terpasang menutup jalan depan rumah korban untuk menjaga lokasi tetap steril. Kondisi rumah masih seperti awal saat olah TKP dilakukan, Jum'at (21/8/2020) lalu.

"Tapi kalau malam, sekarang lingkungan sini sepi sekali. Pukul 19.00 WIB malam sudah tidak ada warga yang keluar rumah. Padahal sebelumnya banyak yang berlalu-lalang," kata Sukidi (55), salah satu warga setempat.

Ditengah kewaspadaan untuk saling jaga jarak mencegah penularan wabah Covid-19, tak dipungkiri berita pembunuhan menggemparkan itu telah membuat warga justru sering berkumpul menggunjing peristiwa tragis tersebut.

"Kami berharap ada acara doa bersama disini. Kalau belum bisa dilakukan didalam rumah karena masih ada garis polisi, ya setidaknya bisa didekat lokasi," ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini acara doa bersama atau tahlilan dan yasinan digelar di tempat tinggal mertua almarhum Suranto, atau orang tua almarhumah Sri Handayani di Dukuh Curidan, Bulakrejo, Sukoharjo.

"Kami, warga di Dukuh Slembem menunggu dari keluarga saja. Mudah-mudahan bisa secepatnya ada doa bersama di sini, biar aman dan nyaman. Karena warga juga sedikit trauma jika ingat persitiwa itu," katanya.

Sebagai tetangga, Sukidi dan warga lainnya tak menyangka jika Suranto (42) bersama istrinya, Sri Handayani (36), dan dua anaknya bernama Rafael Refalino (10), dan Dinar Alvian Hafidz (6) ditemukan tewas mengenaskan dengan tubuh penuh luka.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, setelah berhasil menangkap satu orang pelaku berinisial HT (41) yang tak lain teman dekat Suranto, pihaknya masih terus melakukan pengembangan mencari kemungkinan adanya pelaku lain.

"Dari 6 saksi sebelumnya, kemarin ada 4 saksi lagi sehingga total ada 10 saksi. Selain itu ada  penambahan barang bukti yang langsung kami kirim ke Labfor Polda Jateng. Hari Rabu (26/8/2020) besuk, rencananya garis polisi akan kami buka," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :