Rekomendasi

Bupati Sukoharjo Kecam Keras Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga

Minggu, 23 Agustus 2020 : 12.49
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengecam keras peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan satu keluarga, terdiri suami, istri serta dua orang anaknya yang masih duduk di bangku SD dan TK tewas mengenaskan didalam rumahnya sendiri.

"Kasus ini sangat biadab sekali. Itu kejadian sangat luar biasa sekali. Jadi siapa pelakunya harus ditangkap dan harus mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatannya," tegas Bupati saat ditemui hariankota.com dalam sebuah acara, Sabtu (22/8/2020) malam.

Ditengah masa pandemi, ditambah masih ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19, Bupati meminta kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar masing - masing.

"Terutama anak - anak harus selalu diawasi orang tua agar terhindar dari tindak kejahatan. Apalagi saat ini sekolah masih menerapkan sistem belajar daring dari rumah," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, calon Wakil Bupati dari PDIP, Agus Santosa, bahwa ia sangat menyayangkan peristiwa pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya seluruh anggota keluarga tersebut.

"Ya tentu sangat menyayangkan, karena segala sesuatu ( yang melatari terjadinya peristiwa) mestinya bisa dibicarakan. Kalau itu menyangkut problem - problem sosial, dari sisi aparat banyak yang bisa membantu baik dari tingkat desa maupun kecamatan," ujar Agus.

Dari peristiwa yang sudah jadi perbincangan masyarakat luas ini,  Agus pun berharap kepada pihak aparat kepolisian bisa mengungkap secara tuntas dengan menyeret pelaku untuk diadili dan dihukum setimpal sesuai perbuatannya.

"Kepada pihak kepolisian, kalau ini menyangkut tindak pidana pembunuhan maka harus diungkap, supaya masyarakat tidak bertanya - tanya lagi," imbuh Agus yang kini sudah tidak lagi aktif sebagai pejabat Sekda Kabupaten Sukoharjo ini.

Seperti diberitakan, warga Dukuh Slembem, Desa Duwet, Kecamatan Baki,  Jum'at (21/8/2020) malam kemarin digegerkan temuan empat jasad yang masih satu keluarga, terdiri Suranto (suami), Sri Handayani (istri), Rafael Refalino Ilham (anak SD) dan Dinar Alvian Hafidz (anak TK). Mereka tewas akibat dibunuh didalam rumahnya sendiri.

Dari keterangan pihak kepolisian yang berhasil menangkap satu tersangka pelaku berinisial HT (41) dalam waktu  3 jam setelah olah TKP, empat korban dibunuh pada Rabu (19/8/2020) dinihari lalu. Namun jasadnya baru diketahui warga selang tiga hari setelah kejadian lantaran mengeluarkan bau tak sedap.

Motif pembunuhan karena tersangka yang mengaku terlilit hutang ingin menguasai harta korban, yakni satu unit mobil MPV rental warna putih. Mobil sempat dijual kepada seseorang, namun keberadaannya berhasil dilacak Polisi untuk selanjutnya diamankan sebagai salah satu barang bukti.



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :