Rekomendasi

Dahsyat, Tak Sampai 50 Hari Dibuka Sejak Covid, Obyek Wisata Telaga Madirda Keruk Omzet Rp200 Juta. Terus Berbenah Menuju Obyek Wisata Nasional

Sabtu, 08 Agustus 2020 : 20.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Keindahan obyek wisata Telaga Madirda yang terletak di puncak bukit Ngargoyoso-Karanganyar benar-benar membuktikan eksistensinya. Betapa tidak mengagetkan begitu wabah Covid terjadi obyek wisata ini mangkrak merana.

Namun sejak Covid melonggar dan mulai dibuka lagi beroperasi per 26 Juni lamgsung diserbu ribuan pengunjung dari berbagai penjuru.

Tak pelak, omzet pendapatan yang dipungut dari tiket masuk Rp10.000 per orang itu bisa menghasilkan Rp200 juta. Pun saat ini obyek wisata Telaga Madirda terus berbenah lakukan pengembangan obyek wisata dengan ditambah ikon-ikon baru.

Kades Berjo-Ngargoyoso-Karanganyar Suyatno mengatakan dilihat dari grafik pengunjung setiap mingguan selalu alami lonjakan signifikan sehingga pihaknya optimis pertumbuhan omzet akan melambung jauh.

"Kami optimis dilihat dari trend nya luar biasa tingkat pengunjung sehingga target kami omzet per tahun Rp1.2 miliar justru akan melebihi hingga kisaran Rp1.5 milisr per tahun"tandasnya saat ditemui, Sabtu (08/08/2020).

Ditegaskan oleh Suyatno bahwa pengelolaan Telaga Madirda dilakukan secara mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa BUMDes Desa Berjo yang mana berlaku azas multi manfaat dari warga oleh warga dan untuk warga.

Meski begitu pengelolaan dilakukan secara profesional dengan melibatkan konsultan wisata dari luar daerah bertugas lakukan pengembangan secara masif terukur.

"Ibaratnya kami bersama BUMDes dan warga Desa Berjo sedang berlari kencang mengejar impian dahsyat menyulap Telaga Madirda untuk Go Publik dari semula tidak dianggap menjadi ikon wisata nasional" ungkapnya.

Adapun untuk menuju impian tersebut semua kompak bekerja. Kali ini ada tiga pengembangan yakni penambahan lahan parkir dengan cara memotong bukit, memperlebar akses jalan masuk ke Telaga Madirda. Selain itu untuk pengembangan di dalam sedang dibuat rumah makan serta persiapan untuk didatangkan water boom.

"Kami yakin dengan kecantikan keperawanan keindahan luar biasa pemandangan alam Telaga Madirda mampu Go Publik menjadi ikon wisata nasional" serunya.

Sementara itu Kepala Operasional Telaga Madirda Eko Kamsono yang juga pengurus BUMDes Desa Berjo mengaku kaget dengan adanya ledakan pengunjung semenjak dibuka akhir juni lalu. Terhitung khusus setiap Sabtu dan Minggu jumlah karcis masuk yang terjual mencapai 3.000 lembar. Sedang hari biasa kisaran 500-700 lembar  karcis terjual.

"Saya juga kaget ternyata minat wisatawan berkunjung ke Telaga Madirda benar-benar diluar perkiraan kami" ujarnya. Eko menjelaskan dari pengamatan manajemen terpantau para pengunj ung terpesona dengan kemolekan alam di Bukit Madirdo. "Banyak yang ngomong datang ke Telaga Madirdo seperti di Sarangan Jatim atau Danau Bedugul di Provinsi Bali" ungkapnya.

Menurut Eko tidak tertutup kemungkinan setahun kedepan setelah pengembangan dilakukan dan isinya makin lengkap maka Telaga Madirdo bisa menjadi idola wisatawan domestik ataupun.Wisman.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Aprilia Ferdina


Share this Article :