Rekomendasi

Dampak Covid, Rancangan APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Terjun Bebas Alias Defisit Rp18.7 Miliar

Kamis, 13 Agustus 2020 : 19.25
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Meski sudah hampir setahun dampak wabah Covid tetap signifikan terhadap rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah APBD Kabupaten Karanganyar untuk Tahun 2021 mendatang.

Pada penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran APBD & Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD 2021 oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono pada Rapat Paripurna dengan DPRD setempat diketahui secara angka alami penurunan tajam alias ndlosor terjun bebas.

Pada nota KUA-PPAS APBD 2021 diketahui proyeksi target Pendapatan alami penurunan sekitar Rp166.8 miliar  yakni hanya diperoleh Rp2.140 triliun atau anjlog 7.50 % dibanding pendapatan tahun lalu sebesar Rp2.220 miliar. 

Bupati Juliyatmono mengatakan selain penurunan pendapatan pada APBD 2021 mendatang juga  penurunan proyeksi Pendapatan Asli Daerah PAD sekitar 0.55% sebesar Rp1.97 miliar yakni hanya Rp355.1 miliar saja, sedangkan PAD tahun lalu Rp357 miliar.

"Penurunan PAD pada proyeksi PAD tahun 2021 mendatang cukup kecil hanya nol koma persen yakni berada diposisi hampir sama kisaran Rp355-357 miliar" ujarnya pada penyampaian KUA-PPAS , kemarin , Kamis ( 13/08/2020).

Adapun untuk proyeksi dana transfer dari pemerintah pusat pada APBD 2021 juga alami penurunan cukup signifikan 9.20% atau turun Rp164.8 miliar ibarat anjlog hanya menjadi Rp1.6 triliun saja sedangkan dana transfer tahun lalu sebesar Rp1.77 triliun. Sedangkan untuk proyeksi alokasi pendapatan lain-lain yang sah pada APBD 2021 hanya dipatok realistis sebesar Rp92.3 miliar saja.

Sementara itu untuk pos Belanja pada APBD 2021 Pemkab Karanganyar berhasil lakukan penghematan sekitar 9.18% atau hemat Rp210 miliar menjadi Rp2.07 triliun, sedangkan pos belanja tahun lalu Rp2.28 triliun.

"Dengan demikian perbandingan antara pendapatan dengan belanja pada APBD 2021 mendatang secara komulatif terjadi defisit anggaran Rp18.718 miliar alias tidak terlalu anljlog" paparnya.

Menurut Juliyatmono untuk menutup defisit anggaran APBD 2021 akan ditutup dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran SILPA APBD Tahun 2020 sebesar Rp48.7 miliar. Dari SILPA tersebut akan dipakai untuk menutup defisit Rp18.7 miliar,  sedangkan sisanya untuk alokasi pembiayaan lain-lain.

"Demikian realitas Covid telah membawa dampak terhadap dunia termasuk Karanganyar. Namun kami optimis APBD 2021 yang mengambil tema Karanganyar maju dan berdaya saing tetap tercapai walau anggaran alami defisit" ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Bagus Selo menyatakan bisa menerima realitas penurunan proyeksi APBD 2021. Pihaknya segera menjadwalkan segera dilakukan pembahasan di Badan Anggaran DPRD. "Dalam situasi seperti ini defisit anggaran wajar namun harus tetap semangat dan fungsi dewan bisa usulkan penghematan pada APBD 2021 mendatang" ujarnya.

Bagus Selo menyambut baik rancangan APBD 2021 secara matematis wajar dan logis.

Jurnalis : Benny Suryono
Editor : Mahardika

Share this Article :