Rekomendasi

Ekspor Meningkat, Sistem Perkarantinaan Diperkuat

Minggu, 30 Agustus 2020 : 19.24
Published by Hariankota
Menado - Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil sebut seiring peningkatan ekspor maka upaya penguatan sistem perkarantinaan akan terus dilakukan.

Hal tersebut sejalan dengan   pemberlakukan Undang-undang perkarantinaan yang baru. Bahww aturan tersebut merespon perkembangan perdagangan dunia. Termasuk juga menjaga   menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA).

"Karena itulah maka Barantan Kementerian Pertanian dituntut agar mampu berperan stratagis selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional," paparnya, Minggu (30/8/2020).

Secara legal substance Ali Jamil menjelaskan, tugas Barantan bukan hanya menyangkut HPHK dan OPTK saja. Namun demikian memiliki tugas pengawasan keamanan dan pengendalian mutu pangan serta pakan asal produk pertanian.

"Dan tentunya merespon kebijakan TBT dalam perdagangan dunia, kami juga turun ke lapangan langsung," imbuhnya.

Termasuk juga memberikan pendampingan pemenuhan persyaratan teknis SPS bagi pelaku usaha, layanan periksa di gudang pemilik atau inline inspection.

Kemudian membuka akses informasi dengan klinik ekspor dan yang utama adalah memperkuat sistem perkarantinaan di border agar produk pertanian ekspor kita diterima dan mampu bersaing di pasar global.

Sementara itu Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksyidayan Saragih mengungkapkan berdasarkan data BPS Sulut yang dirilis (18/8) menyebutkan semester 1-2020 pertumbuhan ekspor pertanian Sulut mencapai 17,82% (y o y).

"Produk pertanian Sulut laris di 46 negara tujuan dengan 25 ragam komoditas pada masa pandemi," imbuhnya. 

Selain karena jumlah komoditas yang melimpah ditunjang dengan kualitas produksi yang baik dan    telah memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari sebagai berpersyaratan teknis, sehingga laris.



Jurnalis : Jum
Editor : Mahardika

Share this Article :