Rekomendasi

Gandeng Pondok Roja, UVBN Fasilitasi Mahasiwa Belajar Hafidz Qur'an

Senin, 24 Agustus 2020 : 19.23
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Tertarik dengan program pesantren mahasiswa, Universitas Veteran Bangun Nusantara (UVBN) Sukoharjo, menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Roja dalam ikatan kerjasama (MoU) guna memberi kesempatan mahasiswa belajar Hafidz Qur'an.

"Jadi pondok Roja ini adalah sebuah pesantren untuk calon hafidz Qur'an. Kenapa kami tertarik bekerjasama, karena sebenarnya inisiasi itu sudah berjalan lama," kata Rektor UVBN, Ali Mursyid WM, kepada hariankota.com usai penandatanganan kerjasama, Senin (24/8/2020).

Menurut Rektor, jauh sebelum adanya Mou, beberapa mahasiswa UVBN sudah ada yang sering magang mengajar, karena di ponpes tersebut juga ada mata pelajaran sekolah umum setingkat SMP dan SMA.

"Misalnya mahasiswa dari bahasa Jawa, maka disana juga mengajar bahasa Jawa. Dengan adanya itu, kami berpikir untuk melembagakan agar nanti bisa menerbitkan dokumen - dokumnen yang bermanfaat, implementasi dari kerjasama ini," terang Rektor.

Dengan adanya Mou, nantinya selain pesantren mahasiwa juga ada kegiatan lainnya diluar dari belajar hafidz Qur'an. Jadi disamping menjadi santri, para mahasiswa juga bisa magang mengajar sesuai program pendidikan (prodi) yang tengah ditempuhnya di UVBN.

Sementara Ketua Yayasan Pondok Roja Ahmad Hanim kepada awak media mengatakan, program pesantren mahasiswa hafidz Qur'an yang diselenggarakan di tempatnya sudah berjalan sejak tiga tahun lalu.

"Mengingat di Sukoharjo masih jarang program pesantren menyasar mahasiswa, dan kebetulan mayoritas pengajar di pondok kami adalah alumni UVBN, maka gayung bersambut kami bekerjasama dengan UVBN dengan fokus memberi bekal kepada mahasiwa tentang ilmu Al Qur'an," terangnya.

Program pesantren mahasiswa ini dikatakan akan berjalan selama satu tahun, namun untuk kegiatan magang mengajar dapat diperpanjang sesuai keinginan masing - masing mahasiswa. Para mahasiwa dibebaskan untuk mengaplikasikan ilmunya sesuai jurusannya.

"Misalnya ada yang dari bahasa Inggris, atau dari ilmu kesehatan, maka kami persilahkan untuk mengeksplorisasi ilmunya. Kami berikan peluang untuk mengembangkan ilmunya di tempat kami," ujar Ahmad.

Dijelaskan, kuota untuk program pesantren mahasiswa di Pondok Roja sangat terbatas. Per tahun hanya diperuntukkan bagi 15 mahasiswa. Sementara pesantren mahasiwa ini baru dibuka hanya untuk mahasiswa putri.

"Target kami 15 juz, maka mahasiswanya juga terbatas untuk sebanyak 15 orang dengan sistem seleksi. Selama setahun, mereka akan tinggal di asrama yang sudah kami siapkan fasilitasnya," pungkasnya. 



Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :