Rekomendasi

Garis Polisi Dilepas Kapolres, Tangis Histeris Keluarga Korban Pembunuhan di Baki Pecah

Rabu, 26 Agustus 2020 : 17.41
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tangis histeris pecah saat polisi melepas garis polisi atau Police Line di rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan satu keluarga di Dukuh Slembem, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Rabu (26/8/2020).

Tak hanya tangisan, bahkan salah satu keluarga korban seorang perempuan, jatuh pingsan lantaran terlalu larut dalam kesedihan sesaat setelah diijinkan oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas masuk ke dalam rumah.

Setelah disegel dengan garis polisi sejak Jum'at (21/8/2020) lalu, kini keluarga korban sudah bisa membersihkan rumah dari sisa - sisa bekas kejadian pembunuhan yang telah merenggut empat nyawa sekaligus, Suranto (42), istri, dan dua anaknya.

"Untuk selanjutnya silahkan dari keluarga membersihkan rumah ini. Nanti dalam pengawasannya akan dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa," kata Kapolres usai secara simbolis menyerahkan kunci rumah.

Kepada hariankota.com dan awak media lain, Kapolres menyampaikan perkembangan pengembangan penyidikan yang berhasil didapat, bahwa selain barang bukti berupa 1 unit mobil warna putih, ada satu tambahan barang bukti lagi berupa 1 unit sepeda motor.

"Jadi dari hasil pemeriksaan terhadap 10 saksi, ada tambahan barang bukti. Dimana selain barang bukti mobil warna putih, pelaku juga mengambil 1 sepeda motor Mega Pro milik korban," ungkapnya.

Menurut Kapolres, setelah membunuh para korban, tersangka mengambil sepeda motor lebih dulu, kemudian kembali lagi ke lokasi untuk mengambil mobil beserta surat - suratnya dan KTP korban.

"Hanya untuk sepeda motornya belum sempat dijual, yang dijual baru mobilnya. Untuk sepeda motor ditemukan di daerah Kartasura, masih dititipkan," ujarnya.

Menyinggung kemungkinan ada pelaku lain selain HT (41) yang merupakan teman dekat almarhum Suranto, Kapolres menegaskan sampai sekarang pihaknya belum menemukan pelaku lain. Dipastikan, pelaku pembunuhan hanya satu orang.

"Motif melakukan pembunuhan ingin menguasai harta korban karena pelaku memiliki beberapa hutang diluar, menggadaikan dua mobil dan beberapa hutang di tempat leasing. Jadi pelaku ini hutangnya ternyata diluar cukup banyak," paparnya.

Mengingat perbuatan pelaku diluar perikemanusiaan, diantaranya tega membunuh dua anak kecil, Kapolres menyatakan bahwa saat melakukan perbuatannya, pelaku tidak sedang dalam pengaruh obat- obatan maupun minuman beralkohol.

"Hasil pemeriksaan, murni tidak ada mengkonsumsi alkohol. Sudah kami cek juga dengan pihak kesehatan dari kami. Jadi pelaku sadar betul melakukan tidak pidana ini," tegas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 dan 338 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas) dengan penjara 15 tahun, kemudian pasal 340 KUHP dengan ancaman seumur hidup, maksimal hukuman mati.



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :