Rekomendasi

Gatot Nurmantyo Jadi Bintang Utama Deklarasi KAMI Jateng - DIY di Solo

Kamis, 20 Agustus 2020 : 17.14
Published by Hariankota

SOLO - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, salah satu tokoh deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menghadiri deklarasi berdirinya KAMI se Jateng -DI Yogyakarta di Gedung Umat Islam Kartopuran, Solo, Kamis (20/8/2020).

Pantauan hariankota.com, disambut tokoh pendiri Mega Bintang, Mudrick M Sangidu dan sejumlah tokoh masyarakat Jateng- DIY yang hadir dalam acara, Gatot mengaku memiliki tanggung jawab untuk bisa hadir di Solo meski harus menempuh perjalanan lama lewat darat dari Jakarta.

"Tadinya mau naik pesawat dari (bandara) Halim tapi ternyata penuh, akhirnya harus lewat darat. Dan saya harus hadir disini karena saya memang orang Solo tetapi karena saya sering keliling - keliling, akhirnya dari orang Solo menjadi orang Indonesia asli," kata Gatot.

Diungkap Gatot menjawab pertanyaan publik tentang alasan dirinya yang disebut ikut - ikutan bergabung di KAMI, bahwa keterlibatannya bukan karena adanya ajakan atau ikut - ikutan. Namun justru ia adalah salah satu dari beberapa tokoh pencetusnya.

"Sebenarnya bukan ikut- ikutan. Justru yang pertama kali mencetuskan adalah saya sendiri, kemudian Dr. Bacthiar Hamzah mantan Menteri Sosial, Dr. MS Ka'ban mantan Menteri Kehutanan, Prof. Rahmat Wahab gampangnya saya bilang beliau ini Ketua NU garis lurus, Prof. Din Syamsuddin, dan ada juga anak - anak mudanya. Ini yang pertama kali," bebernya.

Menurut Gatot, latar belakang dirinya ikut mencetuskan KAMI adalah untuk menunaikan janji sebelum pensiun dari kedinasan dengan jabatan terakhir Panglima TNI. Ia berjanji akan membalas keberadaannya selama berdinas di TNI kepada anak, istri dan cucu setelah pensiun.

"Karena anak - anak saya, hampir tidak pernah diasuh oleh saya. (Mereka) diasuh oleh ibunya karena saya berangkat tugas operasi terus, mulai dari Aceh, Papua dan sebagainya. Maka (setelah pensiun) saya mengurus cucu- cucu saya. Oleh karenanya dari 2017 sampai 2020 saya diam saja," ujar Gatot.

Namun setelah merenung, Gatot mengaku kaget, bahwa ternyata selama ini ia sudah banyak sekali mendapatkan kemudahan dalam kehidupannya, diantaranya selain kebahagiaan dalam keluarga, ia juga berhasil mencapai puncak karir dengan jabatan tertinggi dalam TNI sebagai Panglima.

"Tiba - tiba saya ingat, bahwa 38 tahun lalu pernah bersumpah (sebagai prajurit TNI). Intinya begini, bersediakah saudara disumpah. Bersedia. Dengan cara apa, dengan cara agama Islam diatas Al Qur'an. Isinya adalah saya bersumpah akan selalu setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ternyata sumpah itu belum saya tunaikan saat ini," tegasnya.

Gatot pun mengatakan, seandainya Pancasila tidak di usik, seperti kemunculan RUU HIP yang banyak mendapat protes keras, sebenarnya ia ingin tetap diam. Namun dengan munculnya RUU HIP tersebut, maka ia tidak bisa diam. Gatot dengan tegas menyatakan akan kembali berjuang.

"Mengapa (harus kembali berjuang). Umur saya 60 tahun, kalau orang itu sudah mendekati Maghrib (senja-Red). Dosanya banyak seabrek - abrek. Maka kalau saya tidak melaksanakan janji sumpah saya, yakin haqul yakin, saya tempatnya (akan) di neraka. Maka saya harus bangkit agar kelak di Padang Mahsyar kalau ditanya, saya sudah berusaha untuk berjuang," ujarnya.

Dalam deklarasi yang dihadiri sekira 150 orang ini, Gatot kembali menegaskan, bahwa KAMI merupakan gerakan moral, mengandung arti bergerak berdasarkan nilai-nilai moral dan kebenaran. Berdasarkan keadilan dan menegakkan kejujuran, menegakkan kemaslahatan dengan cara tidak bertentangan dengan konstitusi. Sama sekali bukan gerakan untuk meraih kekuasan.



Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :