Rekomendasi

Kasus Pengeroyokan Ditempat Hajatan, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku

Senin, 10 Agustus 2020 : 18.42
Published by Hariankota
SOLO - Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal terhadap warga yang sedang menggelar hajatan midodareni di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon Solo, Sabtu (8/8/2020) malam kemarin, mulai menemukan titik terang,

Informasi yang didapat hariankota.com, sedikitnya dua terduga pelaku dengan inisial BD dan HD, berhasil diamankan oleh anggota Polresta Solo bekerjasama dengan Polda Jawa Tengah pada Minggu (9/8/2020) malam.

"Pelakunya diduga berjumlah puluhan orang, namun baru dua yang diamankan," kata Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai di Mapolresta, Senin(10/8/2020).

Menurut Kapolres, kasus berawal saat korban bersama anggota keluarganya sedang mengadakan acara midodareni anaknya di sebuah rumah. Namun pada saat kejadian sekira pukul 17.45 WIB datang sekelompok orang tak dikenal berpenutup kepala.

"Mereka mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah sambil berteriak-teriak," ujar Kapolres.

Kelompok orang tak dikenal ini menuding kegiatan yang ada didalam merupakan kegiatan keagamaan yang menyimpang dari ajaran yang semestinya, atau tidak seperti keyakinan kelompok penyerang tersebut.

Meski oleh Kapolresta Solo yang datang pada saat itu sudah dilakukan negosiasi untuk meredam emosi, namun upaya itu tidak membuahkan hasil, massa bersikukuh untuk bertahan dilokasi.

"Tuan rumah juga enggan membubarkan diri. Alasanya bila ada salah satu keluarga yang keluar dikhawatirkan kejadian 2018 lalu kembali terulang (dianiaya)," tutur Kapolresta.

Hingga pada akhirnya sebagian tamu yang merupakan keluarga pemilik rumah berniat untuk pulang, tiba-tiba langsung diserang dengan dipukul menggunakan tangan kosong dan sebagian ada yang melempari menggunakan batu.

Setelah situasi dapat dikendalikan oleh polisi, para korban penganiayaan langsung di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.

"Saat ini, pelaku sedang dalam pemeriksaan di Mapolresta. Kami  masih mengembangkan kasus tersebut. Sedangkan  pelaku yang lain masih dalam pengejaran," pungkas Andy.


Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :