Rekomendasi

Menteri Kelautan Dan Perikanan Tabur Benih Udang Vaname

Minggu, 16 Agustus 2020 : 20.25
Published by Hariankota
KARANGASEM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhi Prabowo dalam Kunjungan Kerja peninjauan Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan (BPIUUK) di Desa Bugbug Manggis Sengkidu, Karangasem, Sabtu  (15/8/2020) kemarin. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo mengatakan penaburan benih udang vaname dilakukan untuk memenuhi permintaan/ kebutuhan pasar lokal.

"Sehingga tidak mengakibatkan kekurangan pasokan untuk pemasaran secara internal," papar Edhy Prabowo. 

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengatakan pembenihan dan pemeliharaan udang vaname harus teliti dan cermat untuk menjamin indukan vaname dengan sarana pengelolaan sistem produksi yang baik, sehingga calon indukan terseleksi setelah mencapai 5-7% dari populasi awal tebar.

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini juga dilengkapi dengan pelepasan bantuan bibit udang vaname sebanyak 750 ekor yang akan disalurkan ke daerah Jawa Timur oleh Edhy Prabowo yang didamping Wagub Cok Ace.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhi Prabowo,  sangat mendukung pembenihan dan pemeliharaan udang vaname.

"Selain dibutuhkan secara berkesinambungan di pasaran lokal, udang vaname dagingnya juga sangat padat," imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut dilakukan 
penaburan benur/ benih udang vaname dari total 3000 ekor, sebanyak 1500 di tabur ke kolam pemeliharaan yang dekat dengan laut. Pembenihan dan pembesaran udang vaname sengaja didirikan di area terpencil.

Karena memerlukan kualitas air laut yang baik dengan kedalaman sampai 50 meter, dan jauh dari area lingkungan pembudidaya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi dan pencemaran.


Jurnalis : Made
Editor : Mahardika

Share this Article :