Rekomendasi

Ngeri, Satu Keluarga Tewas Diduga Korban Pembunuhan

Sabtu, 22 Agustus 2020 : 07.29
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Diduga jadi korban perampokan, satu keluarga terdiri suami, istri dan dua anak kecil warga Dukuh Slembem, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo ditemukan tewas di dalam rumahnya sendiri dengan kondisi mengenaskan, Jum"at (21/8/2020) malam.

Informasi yang didapat hariankota.com, empat anggota keluarga tersebut berinisial, SR (suami),  HN (Istri), dan dua anaknya Ra dan Di. Mereka diperkirakan sudah meninggal tiga hari sebelumnya, yakni Rabu ( 19/8/2020) lalu. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Dipimpin Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, puluhan anggota polisi langsung datang sesaat setelah mendapat laporan kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah.

Evakuasi dibantu relawan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk selanjutnya membawa jenazah ke RSUD dr Moewardi Solo guna dilakukan autopsi.

Sementara garis polisi dipasang mengelilingi rumah untuk mensterilkan tempat kejadian. Bahkan dalam olah TKP ini,  anjing pelacak dilibatkan menyisir dari dalam rumah korban hingga ke sejumlah sudut diluar rumah.

Kabar heboh temuan mayat satu keluarga ini, tak urung menggundang kerumunan warga yang berdatangan penasaran ingin melihat dari dekat di lokasi kejadian. Banyak warga memenuhi jalan di depan rumah tempat kejadian.

Salah satu tetangga korban yang enggan disebut namanya mengatakan, korban SR dikenal merupakan seorang  pengusaha rental mobil. Rumahnya hampir setiap hari banyak didatangi tamu.

"Sejak hari Rabu lalu, rumahnya terlihat kosong dan tertutup. Sampai kami curiga karena muncul bau tidak sedap dari dalam rumah korban," tuturnya.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Duwet, Suparno saat ditemui di lokasi. Ia mengaku mendapat laporan ada empat orang warganya yang masih satu keluarga meninggal dunia.

"Tadi saya dilapori ada warga yang meninggal, terdiri ayah ibu dan dua anaknya. Mereka ditemukan sudah membusuk mengeluarkan bau. Lalu saya lapor polisi," kata Suparno.

Namun begitu, ia belum mengetahui penyebab kematian warganya tersebut. Dari banyaknya ceceran darah didalam.rumah,  kuat dugaan merupakan kasus pembunuhan yang dilatari perampokan.

"Empat korban lokasinya berpencar semua, saya lihat dua di pintu dan dekat tempat tidur. Yang dua tidak tahu saya tidak masuk kedalam lagi," ujarnya.

Usai olah TKP sekira pukul 00.00 WIB, Kapolres Sukoharjo saat akan meninggalkan lokasi, masih enggan memberikan keterangan dengan alasan masih dalam penyidikan.

"Ya kita berdo'a bersama - sama semoga dapat segera ditemukan (penyebab kematiannya). Saat ini masih dilakukan identifikasi," pungkasnya sambil meninggalkan lokasi.



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :