Rekomendasi

Paslon Perseorangan Bajo Lolos Verifikasi, Pakar Hukum : KPU Solo Tidak Jujur

Kamis, 06 Agustus 2020 : 17.49
Published by Hariankota
SOLO - Pakar hukum Muhammad Taufiq meragukan surat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo yang menyatakan pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Solo jalur perseorangan, Bagyo Wahyono -FX Supardjo (Bajo) lolos verifikasi administrasi perbaikan syarat dukungan.

Ia menilai KPU tidak jujur dan transparan, sebab sangat tidak mudah dalam waktu seminggu mencukupi 15 ribu KTP. Selain tidak terlihat secara terbuka, KPU tidak menjelaskan kapan pasangan Bajo mengumpulkan tanda tangan dan sosialisasi dukungan.

"Jumlah 15 ribu KTP itu bukan barang mudah. Harus cek list satu-satu dan tanda tangan basah," kata Taufiq yang juga Ketua Ikadin Cabang Surakarta dalam rilisnya kepada hariankota.com, Kamis (6/8/2020).
 
Dalam pandangannya, petugas KPU tidak mampu melakukan itu (memverifikasi berkas perbaikan syarat dukungan dalam waktu singkat-Red). Sebagai pembanding, Muhammad Ali-Achmad Abu Jazid (Alam) yang juga paslon perseorangan, sudah mengikuti aturan KPU namun tidak mampu mengumpulkan sebanyak itu.

"Sisi lain kami punya bukti ada kepala keluarga di Mojosongo bernama Bagyo, dan Halim di Laweyan tidak pernah menyerahkan KTP apalagi pernyataan dukungan namun ia ada dalam surat dukungan pasangan Bajo," ungkapnya.

Atas temuan itu, Taufiq pun berniat melaporkan petugas coklit dan paslon Bajo ke polisi. Mereka terancam jerat pasal 185 tentang kecurangan dan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman 5 tahun denda 700 juta.

"Kami kuat menduga, KPU Solo sengaja (akan) meloloskan Bajo agar Pilkada 2020 Kota Solo, Gibran tidak melawan kotak kosong," ujarnya.

Jika memang Bajo tidak mampu memenuhi berkas syarat dukungan sesuai kebutuhan, Taufik meminta KPU mencoretnya sebagai bakal paslon dari jalur perseorangan tanpa harus menunggu putusan pengadilan.

"Kami juga akan mengadukan tidak jujurnya KPU Solo kepada DKPP agar komisioner KPU Solo dipecat," tandasnya.

Seperti diketahui, Bajo, paslon perseorangan yang berprofesi sebagai tukang jahit dan ketua RW, pada Rabu (5/8/2020) kemarin, dinyatakan KPU telah lolos tahapan verifikasi administrasi.

Dari sebanyak 19.551 berkas syarat dukungan perbaikan. Setelah melalui verifikasi administrasi, ada 16.700 berkas yang memenuhi syarat, atau sudah melebihi dari yang disyaratkan, yakni 14.482. Sementara yang tidak memenuhi syarat 2.851 berkas.

Dengan 16.700 berkas perbaikan yang memenuhi syarat tersebut, mereka dinyatakan lolos ke proses selanjutnya, yakni proses verifikasi faktual yang akan dilaksanakan pada 9-15 Agustus 2020.


Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :