Rekomendasi

Pencium dan Pengambil Paksa Jenazah Covid-19 di Malang Terancam Pasal Berlapis

Selasa, 18 Agustus 2020 : 19.30
Published by Hariankota
KOTA MALANG - Meski telah dijemput paksa salah satu kerabat jenazah pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif berinisial AS (53) masih berstatuskan saksi dan belum menjadi tersangka.

"Masih kita lakukan sebagai saksi, kita lihat kalau memang bisa berkembang ya kita akan gelar perkara ke yang bersangkutan," ungkap Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata ditemui pada Selasa sore (18/8/2020).

Bila memang terbukti bersalah Leo menegaskan AS bisa diancam dijerat Pasal 212 dan 214 ayat 1 KUHP akibat melawan petugas, Pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, hingga Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Menurut Leo - panggilan akrabnya, upaya penegakan hukum ini sebagai langkah membuat efek jera agar upaya - upaya pengambilan paksa dan penciuman jenazah berstatus probable tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Penegakan hukum adalah paling terakhir, hanya ingin memberikan pencerahan dan pemahaman bahwa hal ini salah. Ini hanya menyampaikan pesan bahwa hal tersebut salah percaya kepada dokter atau RS yang menyatakan status pasien," jelas Leo.

Di Mapolresta Malang Kota lanjut Leo, AS akan dilakukan tes rapid dan pengambilan tes swab oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang. Bila terbukti positif maka pria berinisial AS ini akan diminta isolasi mandiri di rumah atau diisolasi di rumah sakit.

"Kita pastikan hari ini kita ingin melakukan rapid test dan swab test di tempat, untuk memastikan kondisinya positif atau negatif," tegasnya.

"Terpenting bagi yang bersangkutan ini negatif. Kalau nanti hasilnya positif harus segera dilakukan upaya-upaya treatment bagi yang bersangkutan baik diisolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit," tuturnya.

Sebagai informasi sebuah video pengambilan jenazah berstatus probable Covid-19 di RST Soepraoen Kota Malang terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2020. Selang beberapa hari kemudian jenazah tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang pun bergerak melakukan pelacakan terhadap anggota keluarga dan kerabat yang sempat melakukan kontak erat dengan sang pasien. Kepolisian dan TNI sendiri telah menjemput paksa seorang kerabat jenazah pasien Covid-19 pada Selasa siang di rumahnya di Jalan Mayjen Sungkono.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi

Share this Article :