Rekomendasi

Pencium Jenazah Positif Covid-19 di Malang Dijemput Paksa TNI&Polri

Selasa, 18 Agustus 2020 : 18.29
Published by Hariankota
MALANG - Polisi dan TNI menjemput seorang anggota kerabat jenazah Covid-19 yang terkonfirmasi positif. Kerabat jenazah ini diamankan lantaran kedapatan mencium dan berusaha merebut paksa jenazah Covid-19 yang kala itu berstatuskan probable.

Namun setelah dilakukan pelacakan dan pengetesan jenazah Covid-19 berinisial BB ternyata diketahui positif Covid-19. Satu orang kerabat BB berinisial AS (57) kemudian dibawa TNI - Polri lantaran terindentifikasi yang mencium jenazah tersebut.

Penjemputan AS pun dilakukan oleh gabungan personel TNI - Polri yang dipimpin oleh Kapolresta Malang Kota dan Dandim 0833.

Penjemputan dilakukan Selasa siang 18 Agustus 2020 oleh petugas kepolisian dengan alat pelindung diri (APD) lengkap di kediaman AS di kawasan Jalan Mayjen Sungkono Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata mengungkapkan bila ada seseorang yang dimintai keterangan dan diamankan pasca ada insiden satu jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 yang diciumi.

"Yang diamankan satu orang yang bersangkutan yang kemarin mencium jenazah. Satu kompi personel TNI Polri kami kerahkan," ujar Leonardus Simarmata ditemui pada Selasa sore (18/8/2020).

Menurut Leo - panggilan akrabnya operasi pengamanan ini disebutnya operasi kemanusiaan dimana harus ada penegakan hukum dan upaya menyelamatkan yang bersangkutan.

"Kami melakukan operasi kemanusiaan sekaligus penegakan hukum kepada masyarakat yang kemarin mencoba ngambil paksa jenazah, lalu sempat mencium jenazah," jelas Leonardus kembali.

"Kita pastikan hari ini kita ingin melakukan rapid test dan swab test di tempat untuk memastikan kondisinya positif atau negatif. Lalu kita juga melakukan 3 T, testing, tracing, dan treatment kepada yang lain, mungkin berkomunikasi yang ada di lokasi (pengambilan paksa jenazah)," bebernya.

Leo menambahkan bila pelaku diancam dengan Pasal 212 dan 214 ayat 1 KUHP dan Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 mengenai Karantina Kesehatan, akibat melawan petugas yang sedang bertugas.

"Percaya kepada medis dan rumah sakit bahwa yang bersangkutan positif corona dan harus dilakukan pemulasaran jenazah secara Covid-19. Mohon ini dimengerti dan pedomani oleh masyarakat," tukasnya.

Sebagai informasi sebuah video pengambilan jenazah berstatus probable Covid-19 di RST Soepraoen Kota Malang terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2020. Selang beberapa hari kemudian jenazah tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Malang pun bergerak melakukan pelacakan terhadap anggota keluarga dan kerabat yang sempat melakukan kontak erat dengan sang pasien.

Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi


Share this Article :