Rekomendasi

Pengembangkan Korporasi Terobosan Pengembangan Pertanian

Minggu, 30 Agustus 2020 : 22.57
Published by Hariankota
MINAHASA UTARA - Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, sampaikan pengembangan korporasi merupakan salah satu terobosan pengembangan pertanian.

"Pengembangan korporasi juga didukung IT pertanian yakni Aplikasi Agri-solution serta permodalan dari KUR," jelasnya, Minggu (30/8/2020).

Dengan korporasi lanjut Suwandi, ada kepastian sarana produksi pertanian, modal serta kepastian pasar dan jaminan harga jual.

Kementan semdiri sudah  mengalokasikan upaya pengembangan kedelai nasional seluas 120.000 ha di antaranya untuk Provinsi Sulut 6.153 ha.

"Di tahun 2021 mendatang akan berlipat menjadi model korporasi seluas 30.000 hektar yang juga didukung oleh investor," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono menegaskan pengembangan komoditas perkebunan difokuskan dengan model kawasan korporasi petani.

"Tujuannya agar terjamin peningkatan produksi dan ketersediaan pasar dan kesejahteraan petani pun meningkat," jelasnya.

Di kawasan Minahasa Utara, ada sekitar 500 hektar kawasan komoditas kelapa dikembangkan secara bertahap. Termasuk juga pengembangan kawasan tanaman pala sebesar 1.000 hektar dan cengkeh sebesar 200 hektar.

"Selain bibit, Kementan memberikan bantuan berupa alat pasca panen dan Pengendalian Hama Terpadu," terang  Kasdi.

Sementara total bantuan pengembangan pertanian 2020 di Provinsi Sulut senilai  Rp 136,86 miliar. Bantuan di antaranya pengembangan jagung sebesar 98.132 hektar, kedelai 6.153 hektar, benih unggul kelapa genjah 25.000 batang, kelapa dalam 477.600 batang, pala 431.250 batang, cengkeh 85.800 batang.

"Juga pembangunan kebun induk tanaman pala sebesar 2 hektar di Minahasa Utara," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU Korporasi Petani Jagung dan Kedelai.

MoU melibatkan Bank BRI, BRI, Mandiri, Pupuk Kaltim, Jasindo, PT PPI, PT MAGP, dan lainnya sepakat untuk mengembangkan korporasi jagung dan korporasi kedelai.

Reporter: Jumali
Penulis: Jumali
Editor: Rahayuwati



Share this Article :