Rekomendasi

PKS Solo Dibanjiri Tamu Tokoh-Tokoh Dari Jakarta Mengaku Tertarik Ingin Nyalon Pilkada Solo. Ada Juga Jendral Serius Mau Nyalon

Rabu, 05 Agustus 2020 : 20.12
Published by Hariankota
KARANGANYAR-Kiat PKS untuk mengusung calon selain Gibran Rakabuming pada Pilkada Kota Surakarta ternyata mendapat respon serius dari berbagai pihak.

Respon tersebut bukan hanya dari kalangan lokal saja, tetapi para tokoh-tokoh dan pengusaha nasional dari Jakarta pun tertarik untuk maju nyalon Walikota melalui PKS dan kemungkinan koalisinya.

Ketua Bappilu DPW PKS Jateng Rohadi Widodo mengatakan sudah mendapat laporan resmi dari DPD PKS Kota Surakarta tentang maraknya para tamu dari Jakarta yang datang ke Solo untuk bisa maju nyalon Walikota dari PKS.

"Banyak sekali tamu-tamu dari Jakarta itu bahkan ada beberapa jendral dan pengusaha dan lain-lain intinya berminat maju nyalon Walikota pada Para Pilkada Kota Solo melawan Gibran Rakabuming" tandasnya saat ditemui di Karanganyar, Rabu ( 05/08/2020).

Sampai sekarang, lanjut Rohadi DPD PKS Kota Solo masih terus menjalin komunikasi dengan para tamu tersebut karena disinyalir keseriusan untuk nyalon Walikota tidak diragukan lagi,  hanya saja semua masih menunggu perkembangan politik yang terjadi.

Menurut Rohadi secara prinsip PKS terus gerilya mencari dukungan koalisi agar bisa mengusung calon Walikota bersama partai lain. Meskipun disadari peluangnya tipis namun bukan berarti sudah tertutup atau gagal. "Per detik ini peluang untuk koalisi mengusung masih ada celah" ungkapnya.

Rohadi menjelaskan saat ini PKS terus mencermati aturan main yang digunakan KPU Kota Solo perihal electoral treshold atau syarat  jumlah kuota prosentase minimal untuk bisa mengusung pasangan calon walikota.

Pasalnya ada multitafsir dengan KPUD perihal electoral treshold.

"Kita cermati aturan mainnya bagaimana apakah menggunakan batas jumlah 20% kursi parlemen atau menggunakan batas 25% suara parpol yang tidak memperoleh kursi di dewan" imbuhnya.

Lebih lanjut  PKS juga mencerm a ti apakah 25 % suara itu artinya partai yang memiliki kursi di parlemen atau 25%  artinya hanya memperoleh 25% suara saja tanpa memiliki kursi di parlemen. "Ini semua penafsiran kita ikuti sebab parpol yang tidak memiliki kursi di parlemen namun jumlah suaranya 25.39 %" tegasnya.

Dengan begitu Rohadi menegaskan ruang untuk bisa mengusung calon masih terbuka sehingga upaya untuk itu terus bergulir.

Reporter: Benny Suryono
Penulis: Benny Suryono
Editor: Jumali


Share this Article :