Rekomendasi

Rekomendasi Pilkada Tak Sesuai, Pengurus NasDem Sukoharjo Serentak Mundur Lepas Baju

Jumat, 28 Agustus 2020 : 17.55
Published by Hariankota
SUKOHARJO- Sebanyak 35 pengurus DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Sukoharjo serentak menyatakan mengundurkan diri dengan melepas baju seragam warna biru akibat rekomendasi Pilkada yang diterbitkan pengurus pusat tidak sesuai dengan keputusan pleno pengurus daerah.

Satu - persatu pengurus struktural tingkat kabupaten ini menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan rekomendasi. Mereka kecewa lantaran aspirasinya untuk ikut mendukung pasangan Joko Santosa - Wiwaha Aji Santosa (JosWi) yang telah didukung Gerindra, PAN dan PKS diabaikan.

Keputusan pimpinan pusat partai menjatuhkan rekomendasi mendukung pasangan Etik Suryani - Agus Santosa (EA) jago dari PDIP dinilai tidak sesuai dengan jargon partai yang dikenal mengusung tagline restorasi untuk gerakan perubahan.

"Saya cukup kaget juga, rekomendasi tidak turun sesuai keputusan pleno pengurus DPD. Rekomendasi dukungan turun kepada pasangan EA, bukan kepada pasangan JosWi," kata Ketua DPD NasDem Sukoharjo Agus Tri Raharjo kepada hariankota.com, Jum'at (28/8/2020).

Secara pribadi, Agus menyatakan tidak bisa menjalankan putusan rekomendasi tersebut. Ia tidak ingin jika tetap bertahan dalam kepengurusan, nantinya dinilai ada sesuatu yang membuatnya berpaling dari keputusan pleno. Komitmennya bersama seluruh kader sudah bulat mendukung JosWi dengan langsung memakai baju seragam warna putih.

"Yang mengetahui peta daerah itu kami, bahwa Sukoharjo itu butuh perubahan. Perubahan sistem agar terhindar dari politik dinasti.  Namun jika ternyata rekomendasi yang turun seperti ini, lalu apa gunanya kami masih bertahan," tegas Agus yang juga Ketua Forum Pembaharuan Desa ini.

Sebagai tindak lanjut atas keputusan itu, surat pengunduran diri massal akan segera dikirim ke DPP NasDem di Jakarta dengan tembusan ke DPW Provinsi Jateng di Semarang setelah masing - masing pengurus membubuhkan tanda tangan.

"Seperti keputusan pleno, kami tetap dengan komitmen awal mendukung pasangan JosWi menggunaka nama kelompok Paguyuban Sedulur Ndeso, yang beranggotakan mantan kades di sejumlah desa di Sukoharjo," imbuhnya.

Disisi lain, mengingat saat ini NasDem memiliki satu kursi anggota legislatif di DPRD Sukoharjo atas nama Supardiyanto dari Dapil 5,  (Mojolaban dan Polokarto). Maka, oleh Agus satu kader NasDem tersebut dikecualikan.

"Untuk satu anggota dewan terpilih tersebut, kami bisa memaklumi jika tidak ikut mundur. Namun keputusan itu sepenuhnya kami serahkan kepada yang bersangkutan," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :