Rekomendasi

Siasat Usaha Kuliner Ditengah Pandemi, Resto Ala Jepang Ini Wajibkan Penggunjung Bersarung Tangan

Rabu, 19 Agustus 2020 : 21.55
Published by Hariankota
SOLO - Sejak wabah Covid-19 melanda, pendapatan bisnis kuliner tercatat merosot tajam hingga 70 persen. Penjualan secara daring hingga pembatasan pengunjung dengan prosedur protokol kesehatan menjadi pilihan pelaku usaha kuliner untuk bertahan.

Adaptasi kebiasan baru, sejumlah protokol kesehatan mulai dijalankan oleh para pelaku usaha restoran, salah satunya di KAKKOII Japanese BBQ and Shabu Shabu, sebuah resto bertema All You Can Eat berlokasi di jalan Adisucipto, Solo.

Memasuki area resto yang populer menyajikan menu dari negeri matahari terbit ini pengunjung wajib selalu menggenakan sarung tangan plastik yang dibagikan dipintu masuk oleh pengelola, selain juga wajib memakai masker dan mencuci tangan.

Meskipun tidak ada larangan operasional dari pemerintah Kota Solo, namun terhadap aktivitas bisnis kuliner yang buka kembali harus dengan penerapan protokol kesehatan dan mengurangi jumlah pengunjung.

Aturan menggenakan sarung tangan plastik diterapkan mengingat resto ini menerapkan sistem self service atau melayani diri sendiri mulai dari pemesanan, mengambil makanan hingga memasaknya.

"Kalau sarung tangan ini kan sebelumnya banyak kekhawatiran. Karena sistemnya all you can eat dengan mengambil sendiri, maka ada potensi terjadi penularan virus. Maka sarung tangan ini untuk membuat aman antar pengunjung," terang pemilik resto, Jessica kepada hariankota.com, Rabu (19/8/2020).

Tak hanya itu, di resto yang membatasi jumlah pengunjung hingga 50 % ini juga menerapkan aturan semua menu yang diambil harus habis dimakan ditempat. Jika tidak, maka setiap 100 gram makanan yang tersisa wajib diganti dengan uang sebesar Rp 30 ribu.

"Tujuan aturan itu untuk mencegah agar pengunjung tidak lapar mata dengan mengambil banyak menu tapi tidak dihabiskan. Padahal kita tahu saat ini banyak saudara - saudara kita yang nggak bisa makan, maka kami menerapkan itu agar pengunjung makan secukupnya, tidak membuang - buang makanan," ujarnya.

Resto yang berdiri sejak 20 Juni 2019 lalu ini dalam perkembangannya, rupanya tidak hanya menyajikan menu dari Jepang saja, tapi saat ini juga mulai menyajikan menu nusantara favorit masyarakat kebanyakan.

"Menu baru ada aneka sate seperti sate Ponorogo, juga ada aneka bakso, kebab ala Turki. Karena kami banyak menerima masukan dari pengunjung agar juga menyediakan menu bagi orang - orang tua, seperti nasi goreng. Ini untuk mereka yang nggak suka Shabu Shabu," imbuhnya.

Mengingat saat ini wabah Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan, maka Resto ini juga membatasi waktu makan bagi pengunjung untuk memberi kesempatan bagi pengunjung lain yang mengantri. Waktu makan dibatasi hanya 90 menit.


Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :