Rekomendasi

Tersangka Pembunuhan Sadis di Baki Jalani Rekontruksi, Peragakan 50 Adegan Diatas Kursi Roda

Kamis, 27 Agustus 2020 : 17.06
Published by Hariankota
SUKOHARJO- Setelah melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Polres Sukoharjo meggelar rekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Dukuh Slemben RT 01/RW 05, Desa Duwet, Baki, Sukoharjo, menghadirkan tersangka pelaku tunggal berinisial HT (41) di halaman Mapolres setempat, Kamis (27/8/2020).

Dengan duduk diatas kursi roda lantaran dua kaki HT mengalami luka - luka, total ada 50 adegan rekonstruksi yang diperagakan HT, disaksikan keluarga korban didampingi kuasa hukumnya.

Pantauan hariankota.com, HT dibantu petugas yang mendorong kursi rodanya dari belakang, tampak terlihat tenang saat melakukan seluruh adegan dalam membunuh empat korban yang tak lain temannya sendiri, Suranto (42) bersama istri, dan dua anaknnya yang masih kecil.

Adegan diawali dari kedatangan HT kerumah korban pada Rabu (19/8/2020) dini hari lalu sekira pukul 01.00 WIB. Semula tujuan HT ke rumah korban untuk mengembalikan mobil dan menyerahkan uang setoran rental mobil yang dibawanya.

Ketika datang, HT ditemui istri Suranto, Sri Handayani dan sempat berbincang sembari menyerahkan uang setoran Rp 250 ribu. Saat itulah disebutkan timbul niat untuk membunuh Sri Handayani menggunakan pisau dapur yang diambil di rumah korban.

Dalam adegan itu, secara berurutan HT terlebih dulu membunuh Sri terjadi pada pukul 02.00 WIB. Kemudian, Suranto yang sudah tidur terbangun dan berteriak saat melihat istrinya tergeletak di lantai berlumuran darah akibat luka tusukan pisau.

Tak butuh waktu lama, HT juga menghabisi Suranto dengan pisau yang sama dan berikutnya membunuh dua anak Suranto yang terbangun mendengar kegaduhan dan menangis. HT membunuh dua anak kecil itu karena panik perbuatannya ketahuan.

Setelah menghabisi nyawa empat orang tersebut, HT berupaya menghilangkan bekas percikan darah yang menempel di tangan dan pakaiannya dengan mandi menggunakan shower di rumah korban, sekaligus membilas kotoran yang menempel di pakaianya.

Adegan berikutnya, HT masuk kedalam kamar tidur Suranto, mengambil surat BPKB mobil diatas almari, dan mengambil KTP Suranto untuk selanjutnya keluar rumah dengan membawa sepeda motor Mega Pro milik Suranto.

“Setelah sepeda motor dibawa pergi dan dititipkan disuatu tempat, tersangka HT kemudian kembali ke TKP untuk mengambil mobil milik korban," seru petugas dari Satreskrim Polres Sukoharjo yang memberi komando adegan rekonstruksi melalui pengeras suara.

Seperti diberitakan, kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan ini, menurut Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dipicu masalah hutang yang sedang membelit tersangka pelaku.

"Pelaku sendiri ingin membawa kabur mobil karena terlilit utang yang jatuh tempo pembayarannya pada hari Rabu saat kejadian pembunuhan itu. Mobil kemudian dijual dengan harga Rp 82 juta dan uangnya digunakan untuk membayar utang sekitar Rp 60 juta," ungkap Bambang.

Sisa uang penjualan mobil di salah satu showroom jual beli di Kartasura, digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pribadi HT. Sedangkan untuk sepeda motor Mega Pro, dijelaskan Kapolres, belum sempat dijual dan masih dititipkan sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas sebagai barang bukti.




Jurnalis : Sapto Nugroho
Editor : Mahardika

Share this Article :