Rekomendasi

Asyik..Biaya Rapid Test di Bandara Ngurah Rai Bali Turun Jadi Rp 85.000

Kamis, 17 September 2020 : 22.40
Published by Hariankota

BADUNG -Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi sampaikan saat ini biaya rapid test di 8 Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I, termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, turun menjadi Rp 85.000. Untuk biaya rapid test sebelumnya dipatok antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000.

Adapun 8 bandara tersebut adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda Surabaya,Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin,Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,Bandara Internasional Yogyakarta,Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo,Bandara Sentani Jayapura.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi beban biaya perjalanan udara sehingga semakin memudahkan calon penumpang untuk melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru.

"Penurunan (biaya rapor rest) ini untuk memudahkan para pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan udara," paparnya keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Sejauh ini,bagi masyarakat yang akan bepergian dengan pesawat rapid test masih menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat kelengkapan dokumen.

Dan hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tigas Nomor 9 Tahun 2020 yang juga dirujuk oleh Kementerian Perhubungan.

"Dan layanan rapid test di bandara Angkasa Pura I telah disediakan sejak akhir Juli lalu," imbuhnya.

Layanan rapid rest ini bekerja sama dengan berbagai klinik melalui kerja sama dengan salah satu anak perusahaan, Angkasa Pura Supports. Dan Angkasa Pura I tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi pelayanan rapid test di tiap bandara ini.

Para petugas sebelum menjalankan kewajiban juga menerapkan protokol kesehatan. Dengan pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung.

Para calon peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pemeriksaan. Penggunaan masker dan penerapan physical distancing juga dilakukan di area ini.

Selain itu, area layanan rapid test juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya.

Selanjutnya calon peserta melakukan registrasi dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir yang sudah disediakan.

Setelah itu, para peserta rapid test dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter dan pengambilan sampel darah.

"Setelah selesai menjalani tes, para peserta diharap tetap berada di ruang tunggu sampai hasil rapid test keluar," pungkasnya.


Reporter: Made Suganda
Penulis: Made Suganda
Editor: Gunadi


Share this Article :