Rekomendasi

Banjir Pemohon Bantuan Modal Usaha Rp.2,4 Juta Tembus 80 Ribu, Disdagkop Sukoharjo : Mohon Sabar

Sabtu, 12 September 2020 : 13.18
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Tingginya harapan  masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sukoharjo untuk mendapat bantuan modal usaha dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,4 juta, membuat Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) UKM Sukoharjo bekerja ekstra keras melakukan verifikasi kebenaran data, menghindari pemohon ganda.

Sejak Disdagkop UKM Sukoharjo membuka pendaftaran melalui link google form online tahap pertama awal Agustus lalu dan dilanjut hingga tahap berikutnya dibuka, Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo, Sutarmo mengungkap, hingga 10 September kemarin, data jumlah warga Sukoharjo yang mengajukan permohonan bantuan sudah tembus di angka 87.337 ribu pemohon.

"Memang banyak yang menanyakan soal bantuan modal UMKM dari Presiden ini. Kami sudah mengusulkan 70 ribu lebih pemohon, yang turun (disetujui-Red) baru sekira 10 ribu. Sisanya asal memenuhi syarat akan disalurkan secara bertahap melalui BRI dan BNI. Jadi mohon sabar, karena harus antri," kata Sutarmo saat dihubungi hariankota.com, Sabtu (12/9/2020).

Bagi yang sudah disetujui, nantinya pihak bank akan menghubungi pemohon melalui nomor telepon yang tercantum dalam data isian google form identitas pelaku UMKM. Pihak bank telah menyiapkan blanko pernyataan sebagai tanda terima yang wajib diisi sebelum bantuan diaktivasi untuk dapat dicairkan.

"Sesuai surat dari Kementrian Koperasi UKM, hanya dua bank (BRI dan BNI) yang ditunjuk menyalurkan bantuan. Untuk pemohon yang memiliki rekening diluar dua bank tersebut, atau belum memilki rekening, nanti jika mendapat pemberitahuan, maka akan diminta membuka rekening disalah satu dari dua bank itu dengan membawa bukti identitas diri," paparnya.

Ditambahkan, hingga saat ini Disdagkop UKM Sukoharjo masih terus kebanjiran permohonan bantuan modal usaha dari masyarakat. 

Dan dipastikan masih akan ditampung untuk diverifikasi sebelum diajukan ke pemerintah pusat selama belum ada instruksi menutup pendaftaran.

"Kami masih menerima pengajuan bantuan secara online, maka kami harap masyarakat juga sabar menanti. Kalau sudah dihubungi (bank), maka cukup tanda tangan dua lembar blanko, selesai. Jadi tidak harus mengurus IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) ke dinas. Sekali lagi, tidak usah berbondong - bondong cari IUMK," tandasnya.

Sebagai catatan, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai skema penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) modal UMKM sebesar Rp. 2,4 juta ini. Penerima bantuan tidak langsung dapat menggunakan karena harus melengkapi sejumlah syarat mulai dari dokumen hingga surat pernyataan.

Setelah mendapat pemberitahuan, penerima bantuan diminta datang ke kantor bank yang telah ditunjuk dengan membawa dokumen. Bisa berupa buku tabungan, kartu ATM, dan identitas diri. Jika dokumen belum lengkap maka saldo bantuan akan ditahan terlebih dahulu. 

Namun penahanan saldo tersebut tidak mempengaruhi rekening tabungan secara keseluruhan.

Reporter; Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor; Rahayuwati


Share this Article :