Rekomendasi

Bawaslu Sukoharjo Siapkan Form Peringatan, Dua Tim Paslon Sepakat Taati Aturan Kampanye Ditengah Pandemi

Selasa, 29 September 2020 : 20.34
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sukoharjo, Etik Suryani - Agus Santosa (EA) nomor urut 1 dan Joko Santosa - Wiwaha Aji Santosa (JosWi) nomor urut 2, sepakat mentaati aturan kampanye ditengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo mengundang perwakilan tim pemenangan dalam rapat pokja penanganan protokol kesehatan bersama jajaran KPU, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Kesbangpol, dan Satpol PP, Selasa (29/9/2020).

"Kami sepakat mengikuti protokol kesehatan, aturan main kampanye dan yang lain sebagainya, itu kami taati. Jadi tidak usah mengada - ada, atau berandai - andai, aturan yang sudah ada itu akan kami jalankan," kata Ketua Tim Sukses paslon EA, Wawan Pribadi.

Kepada hariankota.com, ia menyakinkan, pihaknya tidak akan menggelar kampanye terbuka. Sesuai aturan yang diperbolehkan, paslon EA hanya akan melakukan kampanye tatap muka dengan jumlah terbatas, pembagian bahan kampanye termasuk pembagian masker.

Disisi lain, perwakilan Tim Pemenangan JosWi, Lukman yang juga Liaison Officer (LO) menyampaikan poin kegiatan kampanye yang dibahas, diantaranya adalah larangan paslon melakukan kampanye blusukan menyapa warga dengan masuk ke dalam rumah untuk berdialog.

"Misalnya menjengguk orang sakit tidak menggunakan atribut kampanye dan tidak membawa massa tidak apa -apa. Tapi kalau paslon datang berkampanye menggunakan atribut, maka hanya boleh menyapa dari luar rumah sambil membagikan bahan kampanye,"terangnya.

Aturan itu disepakati sebagai bagian dari pastisipasi paslon dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19. Jika ada pelanggaran, maka sesuai kewenangan yang diatur Undang-Undang, Bawaslu akan melayangkan surat peringatan hingga ujungnya bisa pemberian sanksi.

Selain sanksi administratif, kegiatan kampanye paslon yang terbukti melanggar aturan protokol kesehatan juga terancam dibubarkan oleh Bawaslu melibatkan instansi terkait lainnya, diantaranya Satpol PP, Gugus Tugas Covid-19 serta aparat kepolisian.

"Jadi dalam menjalankan aturan PKPU ini, semua harus memiliki persepsi yang sama, baik itu penyelenggara maupun peserta. Ketika nanti melanggar aturan dan itu harus dibubarkan, maka harus legowo dan siap," tegas Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto.

Ia berharap kepada masing - masing tim pemenangan paslon menjadi garda terdepan upaya pencegahan terjadinya pelanggaran - pelanggaran selama masa kampanye. Nantinya, sebelum peringatan tertulis dan tindakan pembubaran, Bawaslu kata Bambang terlebih dulu akan melakukan pendekatan persuasif.

"Satu jam setelah peringatan tertulis itu tidak dilaksanakan, otomatis kegiatan (kampanye) yang tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut akan dibubarkan. Form peringatan tertulis sudah kami siapkan berdasarkan Surat Edaran (SE) Bawaslu RI," tandasnya. 


Jurnalis : Sapto NugrohoEditor : Mahardika

Share this Article :