Rekomendasi

Berkunjung ke Petrokimia Gresik, Gubernur Khofifah: Stok Pupuk Aman

Jumat, 18 September 2020 : 22.43
Published by Hariankota

SURABAYA -Pastikan ketersediaan pupuk aman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungi  PT Petrokimia Gresik.Pihaknya ingin memastikan ketersediaan pupuk, pasalnya petani banyak yang mengeluh pupuk langka dipasaran.

"Secara umum stok pupuk aman tetapi butuh tambahan kuota pupuk bersubsidi. Kita upayakan  mencari solusi dari apa yang saya dengar, apa yang saya lihat di lapangan terkait pemenuhan kebutuhan pupuk jelang musim tanam Oktober bulan depan," kata Gubernur Khofifah saat melakukan kunjungan kerja di Petrokimia Gresik, Kamis(17/9/2020)sore seperti dikutip dari InfoPublik, Jumat (18/9/2020).

Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa sebelumnya Gubernur Khofifah telah melakukan koordinasi-koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk bisa mendapatkan solusi dari permasalahan yang dihadapi petani.Diantaranya dengan Irjend Kementan , berbagai Gapoktan serta PLMDH atau Perhimpunan Lembaga Masyarakat Desa Hutan.

"Sebetulnya Minggu yang lalu kami sudah koordinasi dengan pak Dirut dan seluruh jajaran direksi PT Petrokimia Gresik, kemudian kita juga koordinasi dengn Irjen Kementan, saya juga melakukan koordinasi dengan Gapoktan dan PLMDH,"ungkapnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi para petani adalah kekurangan suplai pupuk, ketidaksesuaian antara kebutuhan pupuk mereka dengan suplai pupuk yang mereka terima.Oleh karena itu Gubernur Khofifah meminta ada sinkronisasi antara kebutuhan petani dan suplai pupuk sesuai e-RDKK.

Pihaknya mengharapkan PT. Petrokimia Gresik membantu proses sinkronisasi dengan Himbara, Pemkab dan Kementan dari kebutuhan para petani, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan riil para petani di lapangan.

"Hal ini sebenarnya bukan tugas PT. Petro Kimia, tetapi sebagai BUMN yang memproduksi pupuk , sinkronisasi data dan peta tentu ter-update,"lanjutnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa ketika mekanisme sudah sesuai maka seyogyanya distribusi pupuk tersalurkan dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, alokasi pupuk subsidi oleh pemerintah di tetapkan berdasarkan usulan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang disusun oleh kelompok tani didampingi petugas PPL (penyuluh pertanian lapangan) di lokasi masing-masing.

Sedangkan CPCL adalah petani/kelompok tani yang akan menerima bantuan sarana produksi sesuai dengan luas lahan yang diusahakan dalam kelompok hamparan di lokasi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan Dinas Pertanian Provinsi sesuai pedoman yang ada.

"Selagi CPCL ada, masuk e-RDKK, harusnya distribusi pupuk itu mestinya bisa lebih fokus," ujar Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah menegaskan kembali perlunya sinkronisasi diantara kebutuhan para petani ini harus sesuai dengan apa yang disuplai oleh pabrik pupuk.

"Mekanisme ini lah yang harus terus kita cari titik temunya jangan sampai pada saat musim tanam kemudian mereka kekurangan suplai pupuk," imbuhnya.

Reporter: Arifin
Penulis: Arifin
Editor: Rahayuwati

Share this Article :