Rekomendasi

DPRD Jawa Timur Inisiasi Raperda Obat Tradisional

Minggu, 06 September 2020 : 18.07
Published by Hariankota
SURABAYA  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menginisiasi atau pembuatan Raperda Obat Tradisional yang dibahas dan yang kedua yaitu telah disahkan revisi tentang penanganan Covid-19, yaitu Revisi Perda nomor 1 tahun 2019 tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebut Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Obat Tradisional yang diinisiasi DPRD Jatim mendapatkan respon positif dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

"Rencananya pada 9 September besok akan ada webinar yang membahas Raperda perlindungan obat tradisional," jelasnya Khofifah yang dikutip dari laman InfoPublik.id.

Menurutnya, perlindungan obat tradisional sangatlah penting. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, dimana obat-obat tradisional atau herbal ini diyakini memiliki efektivitas membangun imunitas tubuh.

Ia juga menyampaikan, Perda penanganan Covid-19 yang baru disahkan beberapa waktu lalu, saat ini sudah ada peraturan Gubernur (Pergub) yang sudah ditandatangani pada 4 September kemarin.

“Kerjasama ini kami harapkan bisa ditingkatkan lagi kedepannya baik dalam membantu penanganan Covid-19 di Jatim,” harapnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak menyampaikan apresiasi juga kepada Gubernur Jatim dalam penanganan Covid-19 di Jatim. Terutama telah mengeluarkan pergub soal penanganan Covid-19.

“Pergub telah ditanda-tangani Gubernur Jatim pada 4 September kemarin. Ini membuktikan kinerja pemprov bagus dalam penanganan Covid-19. Serta Pertemuan DPRD Jatim dan Gubernur di Yogyakarta serasa rapat Paripurna di DPRD Jatim,” katanya.



Jurnalis : Jum
Editor : Mahardika

Share this Article :