Rekomendasi

Kampanyekan Busana Adat Dorong Pelestarian Budaya dan Meningkatkan Ekonomi Bali

Sabtu, 12 September 2020 : 08.15
Published by Hariankota
BULELENG - Gubernur Bali tegas meminta Desa Adat dari tingkat Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten/Kota di Bali agar  menjadi benteng pelestari kebudayaan Bali.

Kepada para Bendesa Adat sebisa mungkin tidak memberikan ruang kepada kebudayaan luar yang tidak jelas ajarannya, tidak jelas kebudayaannya, dan tidak jelas asal usul ilmu pengetahuannya dalam kehidupan di Bali.

"Yang bisa berpotensi merusak tatanan budaya Bali yang telah menjadi kebangaan, maupun menjadi andalan Pulau Bali karena keunikan tradisinya yang beragam," tegas Gubernur Wayan Koster

Jangan beri ruang sedikitpun bagi oknum, kelompok, atau orang yang mau merubah nilai adat istiadat, kesenian Bali dari ajaran yang menyesatkan.

"Kalau sampai rusak kebudayaannya, Bali akan tinggal nama saja. Untuk itu saya mengajak seluruh Bendesa Adat di Bali harus memperkokoh warisan budaya leluhur ini," tandasnya.

Karena Desa Adat sudah dijadikan target, bahkan di lembaga pendidikan mereka sudah masuk, sehingga ada murid, guru yang sudah kena kebudayaan dari luar, melalui buku agama juga mereka sudah masuk.

"Sehingga saya mengambil posisi yang tegas bersama PHDI Bali dan MDA Bali untuk solid mempertahankan tradisi yang sudah menjadi warisan leluhur kita selama ini," tandasnya.

Gunernur juga sudah menerbitkan Perda No.4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali ini mengajak masyarakat Bali untuk berbangga menggunakan busana adat Bali.

"Ini merupakan hasil nyata dari penerapan Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali," imbuhnya.

Karena dengan menggunakan busana adat Bali, mampu membantu pengerajin kain tenun khas Bali di dalam meningkatkan produksinya dan sekaligus nilai ekonominya.

"Ayo lestarikan budaya kita, ini busana adat Bali yang gagah kita pakai, karena busana ini dibuat langsung oleh pengerajin lokal Bali. Agar hidup ekonomi para pengerajin busana adat di Bali, dan ekonomi rakyat bergerak, saya mohon beli kainnya ke pengerajin lokal kita, karena dengan pengunaan busana adat ini, tercatat omset mereka sudah naik dari 30 sampai 45 persen," tutup Koster.

Reporter: Made Suganda
Penulis: Made Suganda
Editor: Jumali





Share this Article :