Rekomendasi

Konsep Berubah, Tiga Tim UMS Siap Berlaga di Kontes Robot Indonesia

Sabtu, 26 September 2020 : 14.57
Published by Hariankota
SUKOHARJO- Perjuangan untuk bisa mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun ini cukup berat. Peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia harus berjuang menyesuaikan perubahan konsep pertandingan dari luring (offline di perguruan tinggi host) menjadi kontes daring (online).

Akibat pandemi Covid-19, rangkaian kegiatan KRI 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mulai berjalan sejak awal tahun, turut terdampak tidak hanya pada konsep dan aturan. Pelaksanaannya juga ikut berubah.

Pembimbing Tim KRI dari Fakultas Tehnik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ahmad Kholid Alghofari mengatakan, untuk kontes tahun ini, tim KRI UMS dari Fakultas Tehnik jurusan Elektro mengikuti tiga divisi dari lima divisi yang dipertandingkan.

"Tahun ini kami mengikuti tiga divisi, yakni Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI)," terang Ahmad di sela persiapan penyajian materi kontes di Auditorium Moh Djazman kampus setempat, Jum'at (25/9/2020).

Khusus divisi KRPAI menurutnya sudah dipersiapkan sejak tahun lalu dengan karya berupa robot pemadam dan pendeteksi titik api kebakaran. Namun karena pandemi, dirubah menjadi robot penyemprot disinfektan. Hal ini sesuai tema kontes menyesuaikan kondisi pandemi corona.

"Jadi robot ini merupakan penyempurnaan dari tahun kemarin yang sudah masuk semi final tingkat nasional. Sekarang kami perbaiki dengan merubah fungsinya sebagai pendeteksi area yang tidak steril untuk kemudian menyemprotkan cairan desinfektan," terangnya.

Sedangkan materi untuk divisi KRSTI, UMS menyertakan dua robot kembar dengan tinggi sekira 52 sentimeter, seukuran boneka anak yang bisa menari mengikuti irama musik. Sesuai temanya, robot dibalut kostum tari dengan tak ketinggalan memakai masker di bagian mulut.

"Untuk KRSTI temanya adalah Tari Enggang dari Dayak, Kalimantan. Dan memang ada tambahan, karena ini sedang pandemi maka robot juga memakai masker. Saat ini oleh teman - teman mahasiswa, robot masih terus dilakukan penyempurnaan. Sedangkan untuk KRTMI, bentuknya dalam wujud desain robot," ujarnya.

Kepada hariankota.com, Ahmad menyampaikan, untuk tiga divisi tersebut diharapkan dapat lolos hingga ketahap final antar regional se Indonesia, sesuai target yang dicanangkan. Diungkapkan, saat ini Tim KRI UMS sudah lolos seleksi tahap I.

"Besuk semua akan dicek kesiapannya untuk seleksi tahap II, jika nanti lolos maka akan dipertandingkan untuk tahap berikutnya. Paling tidak setelah ini akan dipertandingkan di tingkat regional, setelah itu baru ke tingkat nasional. Jadi masih ada dua tahap lagi," imbuhnya. 

Sementara, Wakil Rektor III UMS Bidang Kemahasiswaan, Taufiq Kasturi menambahkan, mahasiswa dari Fakultas Tehnik yang ikut dalam KRI tahun ini sesuai dengan divisinya juga ada tiga tim, yakni Tim Megalodon untuk KRPAI, Tim Adisha untuk KRSTI dan Tim ER El untuk KRTI.

"Menariknya walau dilaksanakan secara daring namun peserta tidak bisa membohongi para juri. Karena untuk satu robot saja akan diambil gambarnya secara live dari berbagai sisi menggunakan beberapa kamera yang semuanya terkoneksi ke Zoom," pungkasnya.



Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :