Rekomendasi

Parlemen Antar Negara Bahas Ekonomi Hijau di Era Pandemi

Rabu, 23 September 2020 : 21.44
Published by Hariankota
BADUNG - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) gelar acara Working Visit and Focus Group Discussion dengan tema "Reshaping Indonesia's Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid 19 Recovery: Enhancing the Roles of Parliament through Innovative Citizen Engagements". Acara digelar di secara semi daring di  The Patra Hotel, Tuban, Badung, Rabu (23/9/2020). 

Dalam sambutannya Gubernur Bali Wayan Koster memberi apresiasi dipilihnya Bali sebagai tempat pertemuan berskala internasional oleh BKSAP DPR RI sehingga membantu provinsi Bali dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang sangat terpukul sebagai dampak dari pandemi Covid 19.

Vibrasi kesucian dan keindahan alam Bali serta keramahtamahan masyarakatnya diharapkan  memberikan kekuatan dan inspirasi bagi seluruh peserta pertemuan sehingga pertemuan ini dapat berlangsung dengan baik, lancar dan sukses dalam suasana pandemi covid 19. 

“Kita semua berharap banyak pertemuan ini akan menghasilkan berbagai rumusan mengenai hal-hal terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi," paparnya Rabu (23/9/2020). 

Menurutnya tema yang diambil sesuai dengan visi pembangunan Bali yang berbasis pada kearifan lokal Sad Kertih. Sejalan dengan tema ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini sedang melaksanakan regulasi berupa peraturan daerah (Perda) dan peraturan gubernur (Pergub) dengan kebijakan dan program pembangunan perekonomian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Dalam kesempatan ini, Gubernur memperkenalkan bagaimana masyarakat Bali memandang pandemi dalam perspektif kearifan lokal. 

Menurutnya, dalam keyakinan masyarakat Bali wabah penyakit merupakan bagian dari siklus alam yang bisa datang berulang dalam kurun waktu dasawarsa, abad atau milenium.

“Munculnya wabah penyakit merupakan penanda adanya ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya akibat ulah manusia yang tidak terkendali dalam berbagai aspek seperti eksploitasi alam,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak luas termasuk sektor ekonomi yang telah dirasakan masyarakat Bali sejak pandemi ini muncul pada tujuh bulan yang lalu. 

"Dibutuhkan  kesabaran yang tinggi dengan terus melakukan berbagai upaya seraya terus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga kehidupan perekonomian bisa bangkit kembali," pesannya. 

Pertemuan ini digelar secara semi daring, hadir narasumber dan anggota DPR di tingkat lokal hadir secara fisik. Seperti  Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon, Wakil Ketua Mardani Ali Sera, anggota DPR RI asal Bali Putu Supadma Rudana, Nyoman Parta dan beberapa anggota DPR RI lainnya. 

Termasuk utusan COP26 Pemerintah Inggris Dr John Murton dan  Direktur Regional Asia dan Amerika Westminster Foundation for Democracy Matthew Hedges. 


Jurnalis : Jum
Editor : Mahardika

Share this Article :