Rekomendasi

Pemuda Milenial Jaga Persatuan NKRI di Tengah Pandemi Covid-19

Jumat, 11 September 2020 : 17.07
Published by Hariankota
KARANGANYAR - DPD KNPI Karanganyar gelar Saresehan Pemuda Karanganyar bertema Menjaga Kesatuan dan persatuan NKRI di Tengah Pandemi Covid-19. Acara Saresehan menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan muda milenial.

Seperti perwakilan dari GP Ansor Suwanto, Sobiri dari Partriot Garda Nusantara. Kemudian ada Disa Ageng Aliven dari Pemuda Pancasila,  Ilyas Akbar Almadani dari AMPG dan  Rico Irianto dari pemuda Papua.

Aan Sophuanuddin,  ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karanganyar sebut Indonesia tidak akan lepas dari pemuda-pemuda. Karena pemuda merupakan penerus, penyempurna bahkan pewaris Indonesia kedepannya.

"Dan KNPI merupakan wadah dari para pemuda dengan beragam latar belakang yang beragam. Di  Karanganyar sendiri ada 21 ormas kepemudaan yang berlindung di KNPI Karanganyar," paparnya, Jumat (11/9).

Menurut Aan, hampir seluruh sayap ormas keagamaan ada di KNPI Karanganyar. Misalkan pemuda Anshor, ada Pemuda Muhammadiyah, pemuda LDII, pemuda Katolik, pemuda Kristen,  Pemuda Hindu, pemuda Budha, Pemuda Pancasila dan masih banyak lagi. 

"Karena KNPI merupakan miniatur demokrasi. Karena yang ada di KNPI hampir seluruhnya ada di sini," imbuh Aan.

Salah satu pembicara, Disa Ageng dalam pemaparannya sampaikan untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI di tengah pandemi, khususnya Ormas Pemuda Pancasila ini berkomintmen dalam rangka bergotong royong saling bahu membahu untuk mencegah Covid 19.

"Tidak ada aku, kamu yang asa adalah kita bersama. Dan kami Pemuda Pancasila selalu berikhtiar bagaimana cara menanggulangi Covid ini," tegasnya.

Selanjutnya dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan ini, jika ada yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain, Pemuda Pancasila akan maju paling depan untuk berhadapan dengan mereka yang berupaya merubah ideologi bangsa untuk menjadi NKRI tetap utuh.

"Pemuda Pancasila jadi garda terdepan untuk melindungi dan menjadi benteng Pancasila," tegas Disa.

Senada dengan Disa, Sobiri dari Patriot Garda Nusantara sebut menyikapi medsos ditengah pandemi untuk melihat dan merawat kesatuan NKRI disampaikan jangan sampai radikalisme masuk di bumi Karanganyar.

Garda Nusantara yang beranggotakan kelompok lintas agama ini tegaskan selama hidup di Indonesia khususnya Karanganyar pihaknya  akan membela Karanganyar dan umumnya  Indonesia tentunya.

"Jika ada yang nekat,  akan berbenturan dengan kami.  Kita harus bergabung bersama menjaga NKRI," paparnya.

Sementara itu Ilyas Akbar Ramadhani menangapi fenomena di tengah pandemi Covid-19 sebut sebagai era baru yang berbeda dibanding tahun-tahun  sebelumnya.  Bahwa adaptasi kebiasaan baru dimana biasanya rapat, saresahan bahkan dunia pendidikan yang biasanya digelar  secara tatap muka sekarang dilakukan secara virtual.

"Karena dari covid19 ini kita mulai belajar dari semula interaksi dari person to person menjadi berinteraksi dengan gadget maupun secara virtual," papar Ilyas.

Hal terpentingnya adalah bagaimana caranya agar kedepannya dalam melihat fenomena tidak gagap dan  tidak kaget. Sesuai dengan filosofi Jawa 'aja gumunan, aja kagetan'.

"Disamping itu sebagai pemuda juga harus memilki spirit dari perjuangan dari Raden Mas Said yakni 'melu handarbeni Karanganyar ini. Melu hangrungkepi, wajib ngrungkepi dan mulat sarira hangrasawani yakni instropeksi diri untuk meningkatkan literasi," pungkasnya.

Reporter: Dia Rahmawati
Penulis: Dia Rahmawati
Editor: Gunadi



Share this Article :