Rekomendasi

Siasati Problem Belajar, RAPI Turun Tangan Bantu PJJ Sekolah Pake HT

Rabu, 30 September 2020 : 16.43
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta sekolah menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menampilkan jurang ketimpangan akses internet di sejumlah daerah.

Disaat banyak pengamat mengatakan keunggulan tatap muka perlu dipertahankan dalam belajar jarak jauh, guru dan murid melalui masing - masing orang tua kelimpungan memutar otak mencari siasat.

Masalah menyeruak ketika banyak murid (dan orang tuanya), untuk menerima pelajaran tidak memiliki laptop, kuota, sinyal, bahkan ponsel jenis smartphone yang bagi sebagian kalangan harganya masih sulit dijangkau.  

Oleh Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sukoharjo wilayah XI Jawa Tengah, kesulitan itu dicoba dengan solusi menggunakan handy talkie (HT), alat komunikasi yang lebih sering dipakai panitia acara dan polisi.

Berbekal frekuensi dan satu HT untuk satu kelompok terdiri lima hingga enam siswa, mereka memberi pinjaman HT untuk PJJ di sejumlah Sekolah Dasar (SD) bermodalkan suara guru sekaligus yang bertindak sebagai operator.

Seperti pada umumnya orang yang ngomong pake HT, dalam PJJ ini setiap penjelasan guru dan pertanyaan siswa diakhiri dengan kata “Ganti!” sebagai penanda akhir kalimat dalam berkomunikasi.

"Pemanfaatan HT ini merespon kebijakan PJJ di masa pandemi. Setelah kami uji coba, ternyata sambutannya sangat bagus," terang Ketua RAPI Wilayah XI Jateng, Didik S Nadrel kepada hariankota.com disela memberi bantuan di SDN 5 Makamhaji, Kartasura, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya, keterlibatan RAPI dalam memberi bantuan komunikasi berawal dari sebuah keprihatinan atas kondisi guru dan murid di sejumlah wilayah yang mengalami kendala dalam mengikuti metode PJJ akibat keterbatasan sarana dan prasarana penunjang.

"Kami merasa terpanggil untuk memberi bantuan sarana komunikasi dengan meminjamkan HT milik para anggota RAPI. Ide ini merupakan terobosan murni dari RAPI Jateng setelah sebelumnya kami praktekkan di Solo dan Boyolali," bebernya.

Menanggapi bantuan komunikasi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno menyampaikan apresiasinya atas kepedulian RAPI membantu PJJ menggunakan HT di tengah kondisi darurat Covid-19 yang luar biasa.

"Semua upaya sudah kami tempuh, baik daring menyiapkan konten pembelajaran bersama - sama, maupun saat pengumpulan tugas dengan luring, dimana orang tua murid datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas sekolah anaknya," ujarnya.

Darno tak menampik jika pelaksanaan metode PJJ selama ini banyak ditemukan kendala teknis dan non teknis di lapangan, apalagi untuk kalangan siswa SD. Rata - rata mereka menggunakan smartphone milik orang tua yang sangat terbatas waktu penggunaannya.

"Anak - anak SD ini baru bisa memegang hape (smartphone) jika sudah sore menunggu orang tuanya pulang dari bekerja. Berbeda dengan anak - anak SMP. Berdasarkan survey, mereka 90 % sudah pegang hape," sebut Darno.

Dengan adanya bantuan sarana komunikasi HT dari RAPI, Darno pun berharap dapat mengurangi hambatan PJJ yang selama ini masih menjadi persoalan.

"Dengan HT ini, ada nilai - nilai yang luar biasa penting meski dalam kondisi terbatas. Anak - anak dapat berkumpul antara lima hingga enam orang dengan diawasi orang tua. Selain itu antara guru dan anak bisa saling aktif," pungkasnya. 



Jurnalis : SaptoEditor : Mahardika

Share this Article :