Rekomendasi

Sistem Peringatan Dini Tsunami di Lombok Segara Dipasang Desember 2020

Minggu, 27 September 2020 : 20.42
Published by Hariankota
JAKARTA -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) targetkan pemasangan sistem peringatan dini tsunami di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat di bulan Desember 2020 mendatang.

Pemasangan sistem peringatan dini tsunami diperlukan karena Kabupaten ini memiliki potensi bahaya tsunami dengan kategori kelas sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, lebih dari enam ribu jiwa merupakan populasi terpapar di satu kecamatan.

Dilihat dari potensi gempa bumi, populasi terpapar di kabupaten ini mencapai lebih dari 430 ribu jiwa yang tersebar di 12 kecamatan.

Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya sebut pemasangan sistem peringatan dini tsunami ini merupakan usulan yang diajukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah kepada BNPB. Pemasangan alat dari sistem ini akan dilakukan di kawasan Mandalika.

Dalam implementasi sistem tersebut, BNPB bekerja sama dengan Universitas Mataram (Unram). Kerja sama antara dua pihak pun telah dilakukan setelah ditandatanganinya perjanjian kerja sama (PKS) pada Kamis 17 September 2020.

Saat melakukan penandatanganan PKS, Afrial Rosya mengatakan bahwa tujuan utama dari pemasangan sistem peringatan dini adalah untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Selain itu pemasangan instrumentasi peringatan dini bencana ini dapat menstimulus pemerintah daerah agar terpacu untuk memenuhi kebutuhan instrumentasi peringatan dini di wilayahnya, dengan menggunakan anggaran sendiri sehingga kerugian jiwa, harta dan benda dapat dihindari maupun dikurangi,” kata Afrial dalam keterangan resminya, Minggu (27/9/2020).

BNPB berharap bahwa sistem peringatan dini tsunami ini dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat setempat.

Masyarakat setempat sendiri, seperti di Desa Kuta, pernah melakukan geladi evakuasi pada 2015 lalu. Pada 2018 lalu, sebanyak tiga desa di kabupaten ini yang berstatus sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana), seperti Desa Karang Sidemen, Aik Berik dan Kuta. (Foto: dok. BNPB).


Jurnalis : Jum
Editor : Mahardika

Share this Article :