Rekomendasi

Stok Terbatas, Harga Kebutuhan Pokok di Sukoharjo Merangkak Naik

Rabu, 09 September 2020 : 16.10
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang pasar di Kabupaten Sukoharjo mulai merangkak naik. Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) UKM menyatakan, kenaikan dipicu oleh stok komoditas yang terbatas.

"Apabila dibandingkan dengan harga rata - rata pada tanggal 31 Agustus lalu terjadi perubahan (kenaikan harga-Red) pada beberapa jenis barang. Jadi ini faktor musim," kata Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo Sutarmo saat dikonfirmasi hariankota.com, Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan pantauan petugas di tiga pasar tradisional besar, Pasar Tawangsari, Pasar Ir Soekarno, dan Pasar Bekonang, kenaikan terjadi pada sejumlah barang dari kelompok tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan. Naik rata - rata 10,00 % - 38,46 %.

"Diantaranya, bawang merah naik 10.00% (Rp.20 ribu/kg - Rp.22 ribu/kg), cabai merah besar teropong naik 38,46% (Rp 13 ribu/kg- Rp.14 ribu/kg), cabai keriting naik 30,77% (Rp.13 ribu/kg-Rp.17 ribu/kg), cabai rawit merah naik 38,46% (Rp.13 ribu/kg-Rp. 18 ribu/kg)," sebutnya.  

Kenaikan harga ini, menurut Sutarmo masih wajar mengingat permintaan masyarakat cenderung naik, sementara persediaan di pasar terus berkurang. Biasanya, musim kemarau menyebabkan harga beberapa komoditas pangan, terutama cabai naik.

"Diluar itu juga ada penurunan harga karena meningkatnya stok atau permintaannya stabil, seperti ketela rambat turun 28,57% (Rp.7 ribu/kg-5 ribu ribu/kg), kentang turun 6,67% (Rp.15 ribu - Rp.14 ribu/kg)," papar Sutarmo.
 
Sementara untuk komoditas dari kelompok perikanan dan peternakan, disebutkan juga ada kenaikan, seperti daging kambing naik 10,00% (Rp.100 ribu/kg- Rp 110 ribu/kg), dan daging ayam ras naik 14,81% (Rp .27 ribu/kg - Rp.31 ribu/kg).

"Untuk harga-harga bahan pokok penting lain masih menunjukkan stabil, tidak ada gejolak yang berarti, misalnya gula pasir masih dikisaran  Rp.12 ribu/kg, tidak mengalami perubahan karena stok di pasaran mencukupi" katanya.

Apalagi, lanjutnya, gula pasir merupakan salah satu komoditas bahan pokok yang menjadi sasaran dari kegiatan operasi pasar kepada masyarakat yang dilaksanakan pemerintah daerah, sehingga harganya tidak ikut mengalami perubahan dari sebelumnya.

"Kami akan terus memantau harga kebutuhan pokok di pasar. Pemantauan ini juga dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan guna mencegah penularan Covid-19," pungkasnya.



Jurnalis : SaptoEditor : Mahardika

Share this Article :